Selasa, 13 Desember 2022

MAKALAH PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR

 

MAKALAH PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR

 

 

Dosen Pengampu :

Ibu Ns. Sunarsih, S.Kep., MM

 

Disusun Oleh Kelompok 4 :

1. Ni Putu Galuh Redia H. (2114401076)

2. Nira Rahma Siena (2114401077)

3. Nisa Nur Haq (2114401078)

4. Pricilia Aprilia (2114401079)

5. Putri Kris Wahyuni (2114401080)

6. Putri Nadiya Agustin (2114401081)

7. Respia Hastuti (2114401082)

8. Reza Setriana (2114401083)

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN TANJUNG KARANG

TAHUN AJARAN 2021/2022

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ibu Ns. Sunarsih, S.Kep., MMatas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini juga kepada kedua orang tua yang selalu memberi semangat serta rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini. Penulis berharap dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai “Pemberian Obat Secar Intramuskular (IM)”.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

   

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................... i

DAFTAR ISI......................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1

1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1

1.2 Tujuan Pembelajaran......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 2

2.1 Pengertian Pemberian Obat Secara IM............................................. 2

2.2 Tujuan Pemberian Obat Secara IM................................................... 2

2.3 Indikasi dan Kontraindikasi Pemberian Obat Secara IM.................. 2

2.4 Macam- macam Obat IM.................................................................. 3

2.5 Daerah Pemberian Obat IM.............................................................. 5

2.6 Prosedur Pemberian Obat Secara IM................................................ 7

BAB III PENUTUP.............................................................................. 13

3.1 Kesimpulan........................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 14

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Injeksi adalah suatu metode untuk memasukkan liquid ke dalam tubuh dengan menggunakan spuit dan jarum melalui kedalaman kulit tertentu agar bahan-bahan dapat didorong masuk kedalam tubuh. Tindakan injeksi pun dapat dilakukan dengan rute IM (Intramuskular), IV (Intravena), IC (Intracutan), dan SC (Subcutan).

Injeksi itramuskular (IM), memungkinkan adsorbsi obat yang lebih cepat daripada rute SC karena pembuluh darah lebih banyak terdapat di otot. Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketika obat memasuki otot yang dalam tetapi bila tidak berhati-hati ada resiko menginjeksi obat langsung ke pembuluh darah. Dengan injeksi di dalam otot yang terlarut berlangsung dalam 10-30 menit, guna memperlambat adsorbsi dengan maksud memperpanjang kerja obat, seringkali digunakan larutan atau suspensi dalam minyak umpamanya suspense penicilin dan hormone kelamin.

 

2.1 Tujuan Pembelajaran

1. Untuk mengetahui pengertian pemberian obat secara intramuskular

2. Untuk mengetahui tujuan pemberian obat secara intramuskular

3. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi pemberian obat intrmuskular

4. Untuk mengetahui macam-macam obat intramuskular

5. Untuk mengetahui daerah pemberian obat intramuskular

6. Untuk mengetahui prosedur pemberian obat intramuskular

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Pemberian Obat Secara IM

Pemberian obat secara intramuskular adalah pemberian obat/cairan dengan cara dimasukkan langsung kedalam otot (muskulus). Pemberian obat dengan cara ini dilakukan pada bagian tubuh yang berotot besar, agar tidak ada kemungkinan untuk menusuk saraf, misalnya pada bokong dan kaki bagian atas atau pada lengan bagian atas. Pemberian obat seperti ini memungkinkan obat akan dilepas secara berkala dalam bentuk depot obat.

Injeksi intramuskular dilakukan dengan memasukkan obat ke jaringan otot klien. Pemberian obat melaui intramuskular memiliki laju penyerapan obat yang lebih cepat karena daerah ini memiliki jaringan pembuluh darah yang banyak. Sudut jarum untuk penyuntikan intramuskular adalah 90 derajat (Potter & Peery, 2010). Lokasi injeksi yang dipilih pada daerah dengan ukuran otot yang memadai terdapat sedikit saraf serta pembuluh darah besar. Karakteristik dari area injeksi intramuskular dan indikasi penggunaannya adalah vastus lateralis, ventrogluteal dan deltoid (Potter & Perry, 2010).

Jaringan intramuskular terbentuk dari otot yang bergaris yang mempunyai banyak vaskularisasi aliran darah tergantung dari posisi otot ditempat penyuntikan. Tujuan pemberian obat secara intramuskular yaitu agar obat diabsrorbsi tubuh dengan cepat.

 

2.2 Tujuan Pemberian Obat Secara Intramuskular

            Tujuan pemberian obat secara intramuskular yaitu agar obat dapat di absorbsi dengan cepat.

 

2.3 Indikasi dan Kontraindikasi Pemberian Obat Secara IM

Indikasi pemberian obat secara intramuskular biasa dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral. bebas dari infeksi, lesi kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, otot atau saraf besar dibawahnya. Pemberian obat secara intramuskular harus dilakukan atas perintah dokter. Sedangkan kontra indikasi dalam pemberian obat secara intramuskular yaitu : infeksi, lesi kulit, jaringan parut, benjolan tulang, otot atau saraf besar dibawahnya.

 

2.4 Macam-Macam Obat IM

            Berikut adalah macam-macam obat yang diberikan secara intramuskular :

a). MATOLAC

1.      Untuk penggunaan jangka pendek untuk nyeri akut sedang sampai dengan berat.

2.      DOSIS : 10-30 mg tiap 4-6 jam. maks: sehari 90 mg, lama terapi maksimal (pemberian IM/IV) tidak boleh dari 5 hari. km: 5 amp 10 mg

 

b.) FENTANYL

1.      Untuk depresi pernafasan,cedera kepala,alkhoholisme akut, serangan asma akut, intolerensi hamil, laktasi.

2.      DOSIS: pramedikasi, 100 mcg ser IM 30-60 sblm op.

 

c). DOLGESIK

1.      Untuk pengobatan nyeri akut dan kronik yang berat, nyeri paska op (oprasi).

2.      DOSIS: dosis tunggal untuk dewasa dan anak-anak >12 thn 1 amp (100mg) IM di suntikkan perlahan-lahan. Maksimal 4 amp. anak-anak :, 1 thn: 1-2 mg/kg.

 

d). DURALGIN.

1.      Untuk analgesik seperti: nyeri setelah op, neuralgia.

2.      DOSIS :

·         Dws 25-100 mg maksimal sehari 300 mg dalam dosis.

·         Bagi, anak,6 thn: schari maks 100 mg i.m.

·         Dosis bagi anak-anak 6-12 thn: sehari maksimal 20000 mg.

 

e). BCG

1.      Perlindungan Penyakit: TBC / Tuberkolosis

2.      Penyebab : Bakteri Bacillus Calmette Guerrin

3.      Kandungan: Bacillus Calmette-Guerrin yang dilemahkan

4.      Waktu Pemberian:

Umur / usia 2 bulan

 

f). DPT/DT

1.      Perlindungan Penyakit : Difteri (infeksi tenggorokan), Pertusis (batuk rejan)

2.      dan Tetanus (kaku rahang).

3.      Penyebab Bakteri difteri, pertusis dan tetanus

4.      Waktu Pemberian :

·         Umur/ usia 3 bulan.

·         Umur/ usia 4 bula

·         Umur / usia 5 bulan

·         Umur / usia 1 tahun 6 bulan

·         Umur/ usia 5 tahun

·         Umur/ usia 10 tahun.

 

g). Hepatitis B

1.      Perlindungan Penyakit: Infeksi Hati / Kanker Hati mematikan.

2.      Waktu Pemberian :

·         Ketika baru lahir atau tidak lama setelahnya

·         Tergantung situasi dan kondisi I

·         Tergantung situasi dan kondisi II

·         Tergantung situasi dan kondisi II

 

h). Hepatitis A

1.      Perlindungan Penyakit: Hepatitis A (Penyakit Hati)

2.      Penyebab: Virus hepatitis A

3.      Waktu Pemberian :

·         Tergantung situasi dan kondisi I

·         Tergantung situasi dan kondisi II

 

2.5 Daerah Pemberian Obat Secara IM

1. Paha (vastus lateralis)

Description: paha.jpg

 

Posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi. Area ini terletak antar sisi median anterior dan sisi midlateral paha. Otot vastus lateralis biasanya tebal dan tumbuh secara baik pada orang deawasa dan anak anak. Bila melakukan injeksi pada bayi disarankan menggunakan area ini karena pada area ini tidak terdapat serabut saraf dan pemubuluh darah besar. Area injeksi disarankan pada 1/3 bagian yang tengah. Area ini ditentukan dengan cara membagi area antara trokanter mayor sampai dengan kondila femur lateral menjadi 3 bagian, lalu pilih area tengah untuk lokasi injeksi. Untuk melakukan injeksi ini pasian dapat diatur miring atau duduk.

 

 

 

 

 

 

2. Ventrogluteal

Description: intra muskular 1.jpg

Posisi klien berbaring miring, telentang. atau telentang dengan lutut atau panggul miring dengan tempat yang diinjeksi fleksi. Area init juga disebut area von hoehstetter. Area ini paling banyak dipilih untuk injeksi muscular karena pada area ini tidak terdapat pembuluh darah dan saraf besar. Area ini ini jauh dari anus sehingga tidak atau kurang terkontaminasi.

 

3. Dorsogluteal

Description: intra muskular 2.jpg

Dalam melakukan injeksi dorsogluteal,  perawat harus teliti dan hati-hati sehingga injeksi tidak mengenai saraf skiatik dan pembuluh darah.  Lokasi ini dapat digunakan pada orang dewasa dan anak-anak diatas usia 3 tahun, lokasi ini tidak boleh digunakan pada anak dibawah 3 tahun karena kelompok usia ini otot dorsogluteal belum berkembang. Salah satu cara menentukan lokasi dorsogluteal adalah membagi area glutael menjadi kuadran-kuadran. Area glutael tidak terbatas hanya pada bokong saja tetapi memanjang kearah Kristal iliaka. Area injeksi dipilih pada kuadran area luar atas.

 

4. Otot Deltoid di lengan atas

Description: intra muskular lngan atas.jpg

Posisi klien duduk atau berbaring datar dengan lengan bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau pangkuan. Area ini dapat ditemukan pada lengan atas bagian luar. Area ini jarang digunakan untuk injeksi intramuscular karena mempunyai resiko besar terhadap bahaya tertusuknya pembuluh darah, mengenai tulang atau serabut saraf. Cara sederhana untuk menentukan lokasi pada deltoid adalah meletakkan dua jari secara vertical dibawah akromion dengan jari yang atas diatas akromion. Lokasi injekssi adalah 3 jari dibawah akromion.

2.6 Prosedur Pemberian Obat Secara IM

a. Alat dan Bahan

1.      Spuid steril dengan isi dari 2 hingga 10 cc (untuk maksud tertentu hingga 20 cc).

2.      Jarum suntik steril dengan panjang yang cukup untuk dapat menusuk otot dengan baik (+6.5 cm).

3.      Bak injeksi.

4.      Bengkok.

5.      Kassa.

6.      Obat yang akan digunakan.

7.      Gergaji kecil untuk memotong ampul (bila perlu).

8.      Handscoon

9.      Kapas alkohol.

10.  Cairan pelarut atau cairan steril.

11.  Daftar buku obat/catatan. jadwal pemberian obat.

 

b. Prosedur Pelaksanaan Pemberian Obat Secara IM (Intra Muskuler)

A. Tahap PraInteraksi

1.      Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada

2.      Mencuci tangan.

3.      Menyiapkan obat dengan benar

4.      Menempatkan alat di dekat klien dengan benar

 

B. Tahap Orientasi

1.      Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

2.      Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien

3.      Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

 

C. Tahap Kerja

1.      Mengatur posisi klien, sesuai tempat penyuntikan

2.      Memasang perlak dan alasnya

3.      Membebaskan daerah yang akan di injeksi

4.      Memakai sarung tangan

5.      Menentukan tempat penyuntikan dengan benar ( palpasi area injeksi terhadap adanya edema, massa, nyeri tekan. Hindari area jaringan parut, memar, abrasi atau infeksi)

6.      Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar diameter kurang lebih 5cm)

7.      Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mereganggkan kulit

8.      Memasukkan spuit dengan sudut 90 derajat, jarum masuk 2/3

9.      Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit

10.  Memasukkan obat secara perlahan (kecepatan 0,1 cc/detik)

11.  Mencabut jarum dari tempat penusukan

12.  Menekan daerah tusukan dengan kapas desinfektan

13.  Membuang spuit ke dalam bengkok.

 

D. Tahap Terminasi

1.      Melakukan evaluasi tindakan

2.      Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya

3.      Berpamitan dengan klien

4.      Membereskan alat-alat

5.      Mencuci tangan

6.      Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

 


 

Latihan Soal

1. Pemberian obat secara intramuscular adalah pemberian obat / cairan dengan cara dimasukan langsung ke dalam.….

a.       Vena

b.      Otot

c.       Arteri

d.      Oral

e.       Lambung

Jawaban : B

2. Pemberian obat melalui intramuscular memiliki laju penyerapan lebih cepat karena daerah ini memiliki …..

a.       Sel yang banyak

b.      Otot yang banyak

c.       Darah yang banyak

d.      Nadi yang banyak

e.       Pembuluhdarah yang banyak

Jawaban : E

3. Sudut jarum penyuntikan intramuscular adalah.…..derajat .

a.       70

b.      80

c.       60

d.      90

e.       50

Jawaban : D

4. Dibawah ini merupakan indikasi dari pelaksanaan injeksi intramuscular, kecuali...

a.       Pada pasien yang tidak memungkinkan untuk diberikan secara oral

b.      Pasien tidak sadar

c.       Tidak ada alergi terhadap obat

d.      Pasien membutuhkan jumlah obat yang besar sehingga tidak mendukung melalui injeksi sc

e.       Pasien sadar / compos mentis

Jawaban : E

5. Yang bukan kontraindikasi pada injeksi intramuscular adalah ….

a.       Hipotensi

b.      Alergi

c.       Infeksi

d.      Lesikulit

e.       Jaringanparut

Jawaban : A

6. Bila melakukan injeksi pada bayi disarankan di area…

a.       Ventroguenal

b.      Dorsogluteal

c.       Paha

d.      Otot deltoid

e.       Lengan

Jawaban : C

7. Berikut merupakan tahap terminasi pada pelaksaan pemberian obat secara intramuscular, kecuali….

a.       Mencuci tangan

b.      Mengatur posisi klien

c.       Berpamitan pada klien

d.      Membereskan alat

e.       Melakukan evaluasi tindakan

Jawaban : B

8. Yang merupakan tahap orientasi pada pemberian obat secara intramuscular yaitu….

a.       Membereskan alat

b.      Menempatkan alat didekat klien

c.       Memasang perlak

d.      Menyiapkan obat dengan benar

e.       Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

Jawaban : E

9. Berikut adalah macam-macam obat yang diberikan secara intramuscular, kecuali….

a.       Paracetamol

b.      Fentanyl

c.       Matolac

d.      Duralgin

e.       Dolgesik

Jawaban : A

10. Berikut merupakan alat dan bahan pemberian obat intramuscular, kecuali…..

a.       Kapas alcohol

b.      Kassa

c.       Jarum suntik steril

d.      Handuk mandi

e.       Bak injeksi

Jawaban : D

 


 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pemberian obat secara intramuskular adalah pemberian obat/cairan dengan cara dimasukkan langsung kedalam otot (muskulus). Pemberian obat dengan cara ini dilakukan pada bagian tubuh yang berotot besar, agar tidak ada kemungkinan untuk menusuk saraf, misalnya pada bokong dan kaki bagian atas atau pada lengan bagian atas. Pemberian obat intramuskular diindikasikan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral. Obat-obatan yang diberikan juga tertentu, misalnya obat untuk imunisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/12660317/Pemberian_Obat_Secara_Intramuscular_IM_ diakses pada tanggal  19 Maret 2022

https://www.slideshare.net/septianraha/intra-mukular diakses pada tanggal 19 Maret 2022

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Description: Slide1.JPGDescription: Slide2.JPGDescription: Slide4.JPGDescription: Slide3.JPG

Description: Slide5.JPGDescription: Slide6.JPGDescription: Slide7.JPGDescription: Slide8.JPG

Description: Slide9.JPGDescription: Slide10.JPGDescription: Slide11.JPGDescription: Slide12.JPG

Description: Slide13.JPGDescription: Slide14.JPG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar: