MAKALAH PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR
Dosen
Pengampu :
Ibu Ns. Sunarsih, S.Kep., MM
Disusun
Oleh Kelompok 4 :
1. Ni Putu Galuh Redia H. (2114401076)
2. Nira Rahma Siena (2114401077)
3. Nisa Nur Haq (2114401078)
4. Pricilia Aprilia (2114401079)
5. Putri Kris Wahyuni (2114401080)
6. Putri Nadiya Agustin (2114401081)
7. Respia Hastuti (2114401082)
8. Reza Setriana (2114401083)
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG
KARANG
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
TANJUNG KARANG
TAHUN AJARAN 2021/2022
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada
dosen pembimbing yaitu Ibu Ns. Sunarsih, S.Kep., MMatas bimbingan dan arahan
dalam penulisan makalah ini juga kepada kedua orang tua yang selalu memberi
semangat serta rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat
diselesaikannya makalah ini. Penulis berharap dengan membaca makalah ini dapat
memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita
mengenai “Pemberian Obat Secar Intramuskular (IM)”.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya
bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami
berharap semoga ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2 Tujuan
Pembelajaran......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 2
2.1 Pengertian Pemberian
Obat Secara IM............................................. 2
2.2 Tujuan
Pemberian Obat Secara IM................................................... 2
2.3 Indikasi dan
Kontraindikasi Pemberian Obat Secara IM.................. 2
2.4 Macam- macam
Obat IM.................................................................. 3
2.5 Daerah
Pemberian Obat IM.............................................................. 5
2.6 Prosedur
Pemberian Obat Secara IM................................................ 7
BAB III PENUTUP.............................................................................. 13
3.1 Kesimpulan........................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 14
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Injeksi adalah suatu metode untuk memasukkan liquid
ke dalam tubuh dengan menggunakan spuit dan jarum melalui kedalaman kulit
tertentu agar bahan-bahan dapat didorong masuk kedalam tubuh. Tindakan injeksi
pun dapat dilakukan dengan rute IM (Intramuskular), IV (Intravena), IC
(Intracutan), dan SC (Subcutan).
Injeksi itramuskular (IM), memungkinkan adsorbsi
obat yang lebih cepat daripada rute SC karena pembuluh darah lebih banyak
terdapat di otot. Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketika obat memasuki otot
yang dalam tetapi bila tidak berhati-hati ada resiko menginjeksi obat langsung
ke pembuluh darah. Dengan injeksi di dalam otot yang terlarut berlangsung dalam
10-30 menit, guna memperlambat adsorbsi dengan maksud memperpanjang kerja obat,
seringkali digunakan larutan atau suspensi dalam minyak umpamanya suspense
penicilin dan hormone kelamin.
2.1
Tujuan Pembelajaran
1.
Untuk mengetahui pengertian pemberian obat secara intramuskular
2.
Untuk mengetahui tujuan pemberian obat secara intramuskular
3.
Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi pemberian obat intrmuskular
4.
Untuk mengetahui macam-macam obat intramuskular
5.
Untuk mengetahui daerah pemberian obat intramuskular
6.
Untuk mengetahui prosedur pemberian obat intramuskular
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemberian Obat
Secara IM
Pemberian obat secara intramuskular adalah pemberian
obat/cairan dengan cara dimasukkan langsung kedalam otot (muskulus). Pemberian
obat dengan cara ini dilakukan pada bagian tubuh yang berotot besar, agar tidak
ada kemungkinan untuk menusuk saraf, misalnya pada bokong dan kaki bagian atas
atau pada lengan bagian atas. Pemberian obat seperti ini memungkinkan obat akan
dilepas secara berkala dalam bentuk depot obat.
Injeksi intramuskular dilakukan dengan memasukkan
obat ke jaringan otot klien. Pemberian obat melaui intramuskular memiliki laju
penyerapan obat yang lebih cepat karena daerah ini memiliki jaringan pembuluh
darah yang banyak. Sudut jarum untuk penyuntikan intramuskular adalah 90
derajat (Potter & Peery, 2010). Lokasi injeksi yang dipilih pada daerah
dengan ukuran otot yang memadai terdapat sedikit saraf serta pembuluh darah
besar. Karakteristik dari area injeksi intramuskular dan indikasi penggunaannya
adalah vastus lateralis, ventrogluteal dan deltoid (Potter & Perry, 2010).
Jaringan intramuskular terbentuk dari otot yang
bergaris yang mempunyai banyak vaskularisasi aliran darah tergantung dari
posisi otot ditempat penyuntikan. Tujuan pemberian obat secara intramuskular
yaitu agar obat diabsrorbsi tubuh dengan cepat.
2.2 Tujuan Pemberian Obat Secara
Intramuskular
Tujuan
pemberian obat secara intramuskular yaitu agar obat dapat di absorbsi dengan
cepat.
2.3 Indikasi dan Kontraindikasi
Pemberian Obat Secara IM
Indikasi pemberian obat secara intramuskular biasa
dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak
memungkinkan untuk diberikan obat secara oral. bebas
dari infeksi, lesi kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, otot atau saraf
besar dibawahnya. Pemberian obat secara intramuskular harus dilakukan atas
perintah dokter. Sedangkan kontra indikasi dalam pemberian obat secara
intramuskular yaitu : infeksi, lesi kulit, jaringan parut, benjolan tulang,
otot atau saraf besar dibawahnya.
2.4 Macam-Macam Obat IM
Berikut adalah macam-macam obat yang
diberikan secara intramuskular :
a).
MATOLAC
1. Untuk
penggunaan jangka pendek untuk nyeri akut sedang sampai dengan berat.
2. DOSIS
: 10-30 mg tiap 4-6 jam. maks: sehari 90 mg, lama terapi maksimal (pemberian
IM/IV) tidak boleh dari 5 hari. km: 5 amp 10 mg
b.)
FENTANYL
1. Untuk
depresi pernafasan,cedera kepala,alkhoholisme akut, serangan asma akut, intolerensi
hamil, laktasi.
2. DOSIS:
pramedikasi, 100 mcg ser IM 30-60 sblm op.
c).
DOLGESIK
1. Untuk
pengobatan nyeri akut dan kronik yang berat, nyeri paska op (oprasi).
2. DOSIS:
dosis tunggal untuk dewasa dan anak-anak >12 thn 1 amp (100mg) IM di
suntikkan perlahan-lahan. Maksimal 4 amp. anak-anak :, 1 thn: 1-2 mg/kg.
d).
DURALGIN.
1. Untuk
analgesik seperti: nyeri setelah op, neuralgia.
2. DOSIS
:
·
Dws 25-100 mg maksimal sehari 300 mg
dalam dosis.
·
Bagi, anak,6 thn: schari maks 100 mg
i.m.
·
Dosis bagi anak-anak 6-12 thn: sehari
maksimal 20000 mg.
e).
BCG
1. Perlindungan
Penyakit: TBC / Tuberkolosis
2. Penyebab
: Bakteri Bacillus Calmette Guerrin
3. Kandungan:
Bacillus Calmette-Guerrin yang dilemahkan
4. Waktu
Pemberian:
Umur / usia 2 bulan
f).
DPT/DT
1. Perlindungan
Penyakit : Difteri (infeksi tenggorokan), Pertusis (batuk rejan)
2. dan
Tetanus (kaku rahang).
3. Penyebab
Bakteri difteri, pertusis dan tetanus
4. Waktu
Pemberian :
·
Umur/ usia 3 bulan.
·
Umur/ usia 4 bula
·
Umur / usia 5 bulan
·
Umur / usia 1 tahun 6 bulan
·
Umur/ usia 5 tahun
·
Umur/ usia 10 tahun.
g).
Hepatitis B
1. Perlindungan
Penyakit: Infeksi Hati / Kanker Hati mematikan.
2. Waktu
Pemberian :
·
Ketika baru lahir atau tidak lama
setelahnya
·
Tergantung situasi dan kondisi I
·
Tergantung situasi dan kondisi II
·
Tergantung situasi dan kondisi II
h).
Hepatitis A
1. Perlindungan
Penyakit: Hepatitis A (Penyakit Hati)
2. Penyebab:
Virus hepatitis A
3. Waktu
Pemberian :
·
Tergantung situasi dan kondisi I
·
Tergantung situasi dan kondisi II
2.5 Daerah Pemberian Obat Secara IM
1.
Paha (vastus lateralis)

Posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi.
Area ini terletak antar sisi median anterior dan sisi midlateral paha. Otot
vastus lateralis biasanya tebal dan tumbuh secara baik pada orang deawasa dan
anak anak. Bila melakukan injeksi pada bayi disarankan menggunakan area ini
karena pada area ini tidak terdapat serabut saraf dan pemubuluh darah besar.
Area injeksi disarankan pada 1/3 bagian yang tengah. Area ini ditentukan dengan
cara membagi area antara trokanter mayor sampai dengan kondila femur lateral
menjadi 3 bagian, lalu pilih area tengah untuk lokasi injeksi. Untuk melakukan
injeksi ini pasian dapat diatur miring atau duduk.
2.
Ventrogluteal

Posisi klien berbaring miring, telentang. atau
telentang dengan lutut atau panggul miring dengan tempat yang diinjeksi fleksi.
Area init juga disebut area von hoehstetter. Area ini paling banyak dipilih
untuk injeksi muscular karena pada area ini tidak terdapat pembuluh darah dan
saraf besar. Area ini ini jauh dari anus sehingga tidak atau kurang
terkontaminasi.
3.
Dorsogluteal

Dalam melakukan injeksi dorsogluteal, perawat harus teliti dan hati-hati sehingga
injeksi tidak mengenai saraf skiatik dan pembuluh darah. Lokasi ini dapat digunakan pada orang dewasa
dan anak-anak diatas usia 3 tahun, lokasi ini tidak boleh digunakan pada anak
dibawah 3 tahun karena kelompok usia ini otot dorsogluteal belum berkembang.
Salah satu cara menentukan lokasi dorsogluteal adalah membagi area glutael
menjadi kuadran-kuadran. Area glutael tidak terbatas hanya pada bokong saja
tetapi memanjang kearah Kristal iliaka. Area injeksi dipilih pada kuadran area
luar atas.
4.
Otot Deltoid di lengan atas

Posisi klien duduk atau berbaring datar dengan
lengan bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau pangkuan. Area ini
dapat ditemukan pada lengan atas bagian luar. Area ini jarang digunakan untuk
injeksi intramuscular karena mempunyai resiko besar terhadap bahaya tertusuknya
pembuluh darah, mengenai tulang atau serabut saraf. Cara sederhana untuk
menentukan lokasi pada deltoid adalah meletakkan dua jari secara vertical
dibawah akromion dengan jari yang atas diatas akromion. Lokasi injekssi adalah
3 jari dibawah akromion.
2.6 Prosedur Pemberian Obat Secara
IM
a. Alat dan Bahan
1. Spuid
steril dengan isi dari 2 hingga 10 cc (untuk maksud tertentu hingga 20 cc).
2. Jarum
suntik steril dengan panjang yang cukup untuk dapat menusuk otot dengan baik
(+6.5 cm).
3. Bak
injeksi.
4. Bengkok.
5. Kassa.
6. Obat
yang akan digunakan.
7. Gergaji
kecil untuk memotong ampul (bila perlu).
8. Handscoon
9. Kapas
alkohol.
10. Cairan
pelarut atau cairan steril.
11. Daftar
buku obat/catatan. jadwal pemberian obat.
b.
Prosedur Pelaksanaan Pemberian Obat Secara IM (Intra Muskuler)
A.
Tahap PraInteraksi
1. Melakukan
verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci
tangan.
3. Menyiapkan
obat dengan benar
4. Menempatkan
alat di dekat klien dengan benar
B.
Tahap Orientasi
1. Memberikan
salam sebagai pendekatan terapeutik
2. Menjelaskan
tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien
3. Menanyakan
kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
C.
Tahap Kerja
1.
Mengatur posisi klien, sesuai tempat
penyuntikan
2.
Memasang perlak dan alasnya
3.
Membebaskan daerah yang akan di injeksi
4.
Memakai sarung tangan
5.
Menentukan tempat penyuntikan dengan
benar ( palpasi area injeksi terhadap adanya edema, massa, nyeri tekan. Hindari
area jaringan parut, memar, abrasi atau infeksi)
6.
Membersihkan kulit dengan kapas alkohol
(melingkar dari arah dalam ke luar diameter kurang lebih 5cm)
7.
Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk
mereganggkan kulit
8.
Memasukkan spuit dengan sudut 90
derajat, jarum masuk 2/3
9.
Melakukan aspirasi dan pastikan darah
tidak masuk spuit
10.
Memasukkan obat secara perlahan
(kecepatan 0,1 cc/detik)
11.
Mencabut jarum dari tempat penusukan
12.
Menekan daerah tusukan dengan kapas
desinfektan
13. Membuang
spuit ke dalam bengkok.
D.
Tahap Terminasi
1. Melakukan
evaluasi tindakan
2. Melakukan
kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3. Berpamitan
dengan klien
4. Membereskan
alat-alat
5. Mencuci
tangan
6. Mencatat
kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
Latihan
Soal
1. Pemberian obat
secara intramuscular adalah pemberian obat / cairan dengan cara dimasukan langsung
ke dalam.….
a. Vena
b. Otot
c. Arteri
d. Oral
e. Lambung
Jawaban : B
2. Pemberian obat
melalui intramuscular memiliki laju penyerapan lebih cepat karena daerah ini memiliki
…..
a. Sel
yang banyak
b. Otot
yang banyak
c. Darah
yang banyak
d. Nadi
yang banyak
e. Pembuluhdarah
yang banyak
Jawaban
: E
3. Sudut jarum penyuntikan
intramuscular adalah.…..derajat .
a. 70
b. 80
c. 60
d. 90
e. 50
Jawaban
: D
4.
Dibawah ini merupakan indikasi dari pelaksanaan injeksi intramuscular,
kecuali...
a. Pada
pasien yang tidak memungkinkan untuk diberikan secara oral
b. Pasien
tidak sadar
c. Tidak
ada alergi terhadap obat
d. Pasien
membutuhkan jumlah obat yang besar sehingga tidak mendukung melalui injeksi sc
e. Pasien
sadar / compos mentis
Jawaban : E
5. Yang bukan kontraindikasi
pada injeksi intramuscular adalah ….
a. Hipotensi
b. Alergi
c. Infeksi
d. Lesikulit
e. Jaringanparut
Jawaban : A
6. Bila melakukan
injeksi pada bayi disarankan di area…
a. Ventroguenal
b. Dorsogluteal
c. Paha
d. Otot
deltoid
e. Lengan
Jawaban : C
7. Berikut merupakan
tahap terminasi pada pelaksaan pemberian obat secara intramuscular, kecuali….
a. Mencuci
tangan
b. Mengatur
posisi klien
c. Berpamitan
pada klien
d. Membereskan
alat
e. Melakukan
evaluasi tindakan
Jawaban : B
8. Yang
merupakan tahap orientasi pada pemberian obat secara intramuscular yaitu….
a. Membereskan
alat
b. Menempatkan
alat didekat klien
c. Memasang
perlak
d. Menyiapkan
obat dengan benar
e. Memberikan
salam sebagai pendekatan terapeutik
Jawaban : E
9. Berikut adalah
macam-macam obat yang diberikan secara intramuscular, kecuali….
a. Paracetamol
b. Fentanyl
c. Matolac
d. Duralgin
e. Dolgesik
Jawaban : A
10. Berikut merupakan
alat dan bahan pemberian obat intramuscular, kecuali…..
a. Kapas
alcohol
b. Kassa
c. Jarum
suntik steril
d. Handuk
mandi
e. Bak
injeksi
Jawaban : D
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pemberian
obat secara intramuskular adalah pemberian obat/cairan dengan cara dimasukkan langsung
kedalam otot (muskulus). Pemberian obat dengan cara ini dilakukan pada bagian
tubuh yang berotot besar, agar tidak ada kemungkinan untuk menusuk saraf,
misalnya pada bokong dan kaki bagian atas atau pada lengan bagian atas.
Pemberian obat intramuskular diindikasikan pada pasien yang tidak sadar dan
tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara
oral. Obat-obatan yang diberikan juga tertentu, misalnya obat untuk imunisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.academia.edu/12660317/Pemberian_Obat_Secara_Intramuscular_IM_
diakses
pada tanggal 19 Maret 2022
https://www.slideshare.net/septianraha/intra-mukular
diakses pada tanggal 19 Maret 2022














Tidak ada komentar:
Posting Komentar