Disusun Oleh :
MARGARETHA RETNOWATI
17340093p
PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2018
Tetapi tahukah bunda ternyata ada beberapa alternatif posisi
melahirkan yang bisa Bunda pilih. Apa sajakah posisi melahirkan tersebut?
1. Posisi Berbaring (litotomi)
Posisi ini terkesan pasif, karena bunda akan mengalami
kesulitan dalam mengejan. Selain itu, dengan posisi seperti ini biasanya bunda
merasa pegal pada punggung. Posisi ini juga seringkali dapat meningkatkan
tekanan pada perineum yang dapat menimbulkan robek pada jalan lahir.
2. Posisi setengah duduk (semi sitting)
Ini adalah posisi yang sering kita temui, yaitu Bunda
berbaring dengan punggung bersandar pada bantal, kemudian kaki di tekuk dan
paha terbuka.
Posisi ini memudahkan dokter atau bidan dalam membantu
proses kelahiran dan mendapatkan bantuan dari gaya gravitasi bumi. Selain itu
jalan lahir yang di tempuh bayi untuk keluar menjadi lebih pendek dengan suplai
oksigen dari bunda ke janin dapat berjalan dengan optimal.
3. Posisi miring (lateral)
Bunda berbaring menghadap miring dengan salah satu kaki
diangkat dan posisi kaki satunya dalam keadaan lurus. Posisi ini di lakukan
apabila posisi kepala bayi belum tepat di jalan lahir.
Manfaat yang diperoleh adalah bayi mendapat pasokan oksigen
melalui plasenta lancar, karena peredaran darah bunda juga lancar saat posisi
miring. Dengan posisi miring Bunda juga lebih bisa menghemat energi.
4. Posisi jongkok (squatting)
Peran ayah sangat dibutuhkan dalam posisi ini, karena posisi
ini membutuhkan sandaran yang kuat di belakang bunda. Cara lain adalah
duduk di atas bangku kecil ( bahasa jawa: dingklik). Selain itu
dibutuhkan bantalan atau kursi khusus yang berguna untuk menahan kepala serta
tubuh bayi saat keluar.
Posisi ini di percaya sebagai cara alami dalam proses
kelahiran secara normal. Selain mendapat bantuan gaya gravitasi bumi,
bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.
5. Posisi berlutut
Sama
seperti posisi jongkok, posisi melahirkan dengan berlutut memanfaatkan gaya
gravitasi untuk mempermudah proses kelahiran. Selain itu Bunda masih bisa melakukan
kontrol saat mengejan.
6. Posisi merangkak
Posisi
merangkak sangat membantu meringankan rasa sakit di punggung. Selain itu posisi
ini akan mempercepat penurunan kepala bayi ke dalam panggul.
7.
Posisi Berdiri tegak
Dikatakan
posisi berdiri tegak bukan berarti Bunda pasif. Bunda bisa bersandar ke
belakang atau ke depan. Walaupun pada nanti kenyataannya saat melahirkan
posisinya bisa menjadi berubah.
Posisi
berdiri tegak membuat Bunda lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian
saat mengalami kontraksi. Selain itu gerakan-gerakan bisa membantu posisi
bayi mendekati jalan lahir.
Disusun Oleh :
MARGARETHA RETNOWATI
17340093p
PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2018
Tetapi tahukah bunda ternyata ada beberapa alternatif posisi
melahirkan yang bisa Bunda pilih. Apa sajakah posisi melahirkan tersebut?
1. Posisi Berbaring (litotomi)
Posisi ini terkesan pasif, karena bunda akan mengalami
kesulitan dalam mengejan. Selain itu, dengan posisi seperti ini biasanya bunda
merasa pegal pada punggung. Posisi ini juga seringkali dapat meningkatkan
tekanan pada perineum yang dapat menimbulkan robek pada jalan lahir.
2. Posisi setengah duduk (semi sitting)
Ini adalah posisi yang sering kita temui, yaitu Bunda
berbaring dengan punggung bersandar pada bantal, kemudian kaki di tekuk dan
paha terbuka.
Posisi ini memudahkan dokter atau bidan dalam membantu
proses kelahiran dan mendapatkan bantuan dari gaya gravitasi bumi. Selain itu
jalan lahir yang di tempuh bayi untuk keluar menjadi lebih pendek dengan suplai
oksigen dari bunda ke janin dapat berjalan dengan optimal.
3. Posisi miring (lateral)
Bunda berbaring menghadap miring dengan salah satu kaki
diangkat dan posisi kaki satunya dalam keadaan lurus. Posisi ini di lakukan
apabila posisi kepala bayi belum tepat di jalan lahir.
Manfaat yang diperoleh adalah bayi mendapat pasokan oksigen
melalui plasenta lancar, karena peredaran darah bunda juga lancar saat posisi
miring. Dengan posisi miring Bunda juga lebih bisa menghemat energi.
4. Posisi jongkok (squatting)
Peran ayah sangat dibutuhkan dalam posisi ini, karena posisi
ini membutuhkan sandaran yang kuat di belakang bunda. Cara lain adalah
duduk di atas bangku kecil ( bahasa jawa: dingklik). Selain itu
dibutuhkan bantalan atau kursi khusus yang berguna untuk menahan kepala serta
tubuh bayi saat keluar.
Posisi ini di percaya sebagai cara alami dalam proses
kelahiran secara normal. Selain mendapat bantuan gaya gravitasi bumi,
bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.
5. Posisi berlutut
Sama
seperti posisi jongkok, posisi melahirkan dengan berlutut memanfaatkan gaya
gravitasi untuk mempermudah proses kelahiran. Selain itu Bunda masih bisa melakukan
kontrol saat mengejan.
6. Posisi merangkak
Posisi
merangkak sangat membantu meringankan rasa sakit di punggung. Selain itu posisi
ini akan mempercepat penurunan kepala bayi ke dalam panggul.
7.
Posisi Berdiri tegak
Dikatakan
posisi berdiri tegak bukan berarti Bunda pasif. Bunda bisa bersandar ke
belakang atau ke depan. Walaupun pada nanti kenyataannya saat melahirkan
posisinya bisa menjadi berubah.
Posisi
berdiri tegak membuat Bunda lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian
saat mengalami kontraksi. Selain itu gerakan-gerakan bisa membantu posisi
bayi mendekati jalan lahir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar