Kamis, 15 Desember 2022

leflet posisi bersalin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Disusun Oleh :

 

MARGARETHA RETNOWATI

17340093p

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MALAHAYATI

BANDAR LAMPUNG

TAHUN 2018

 

 

 

Tetapi tahukah bunda ternyata ada beberapa alternatif posisi melahirkan yang bisa Bunda pilih.  Apa sajakah posisi melahirkan tersebut?

1. Posisi Berbaring (litotomi)

Posisi ini terkesan pasif, karena bunda akan mengalami kesulitan dalam mengejan. Selain itu, dengan posisi seperti ini biasanya bunda merasa pegal pada punggung. Posisi ini juga seringkali dapat meningkatkan tekanan pada perineum yang dapat menimbulkan robek pada jalan lahir.

2. Posisi setengah duduk (semi sitting)

Ini adalah posisi yang sering kita temui, yaitu Bunda berbaring dengan punggung bersandar pada bantal, kemudian kaki di tekuk dan paha terbuka.

Posisi ini memudahkan dokter atau bidan dalam membantu proses kelahiran dan mendapatkan bantuan dari gaya gravitasi bumi. Selain itu jalan lahir yang di tempuh bayi untuk keluar menjadi lebih pendek dengan suplai oksigen dari bunda ke janin dapat berjalan dengan optimal.

3. Posisi miring (lateral)

Bunda berbaring menghadap miring dengan salah satu kaki diangkat dan posisi kaki satunya dalam keadaan lurus. Posisi ini di lakukan apabila posisi kepala bayi belum tepat di jalan lahir.

Manfaat yang diperoleh adalah bayi mendapat pasokan oksigen melalui plasenta lancar, karena peredaran darah bunda juga lancar saat posisi miring. Dengan posisi miring Bunda juga lebih bisa menghemat energi.

Kekurangan dari posisi ini adalah menyulitkan dokter dalam melakukan pemeriksaan perkembangan proses kelahiran.

4. Posisi jongkok (squatting)

Peran ayah sangat dibutuhkan dalam posisi ini, karena posisi ini membutuhkan sandaran yang kuat di belakang bunda. Cara lain adalah duduk di atas bangku kecil ( bahasa jawa: dingklik). Selain itu dibutuhkan bantalan atau kursi khusus yang berguna untuk menahan kepala serta tubuh bayi saat keluar.

Posisi ini di percaya sebagai cara alami dalam proses kelahiran secara normal. Selain mendapat  bantuan gaya gravitasi bumi, bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.

5. Posisi berlutut

Sama seperti posisi jongkok, posisi melahirkan dengan berlutut memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempermudah proses kelahiran. Selain itu Bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.

 

6. Posisi merangkak

Posisi merangkak sangat membantu meringankan rasa sakit di punggung. Selain itu posisi ini akan mempercepat penurunan kepala bayi ke dalam panggul.

 

7. Posisi Berdiri tegak

Dikatakan posisi berdiri tegak bukan berarti Bunda pasif. Bunda bisa bersandar ke belakang atau ke depan. Walaupun pada nanti kenyataannya saat melahirkan posisinya bisa menjadi berubah.

Posisi berdiri tegak membuat Bunda lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian saat mengalami  kontraksi. Selain itu gerakan-gerakan bisa membantu posisi bayi mendekati jalan lahir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Disusun Oleh :

 

MARGARETHA RETNOWATI

17340093p

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MALAHAYATI

BANDAR LAMPUNG

TAHUN 2018

 

 

 

Tetapi tahukah bunda ternyata ada beberapa alternatif posisi melahirkan yang bisa Bunda pilih.  Apa sajakah posisi melahirkan tersebut?

1. Posisi Berbaring (litotomi)

Posisi ini terkesan pasif, karena bunda akan mengalami kesulitan dalam mengejan. Selain itu, dengan posisi seperti ini biasanya bunda merasa pegal pada punggung. Posisi ini juga seringkali dapat meningkatkan tekanan pada perineum yang dapat menimbulkan robek pada jalan lahir.

2. Posisi setengah duduk (semi sitting)

Ini adalah posisi yang sering kita temui, yaitu Bunda berbaring dengan punggung bersandar pada bantal, kemudian kaki di tekuk dan paha terbuka.

Posisi ini memudahkan dokter atau bidan dalam membantu proses kelahiran dan mendapatkan bantuan dari gaya gravitasi bumi. Selain itu jalan lahir yang di tempuh bayi untuk keluar menjadi lebih pendek dengan suplai oksigen dari bunda ke janin dapat berjalan dengan optimal.

3. Posisi miring (lateral)

Bunda berbaring menghadap miring dengan salah satu kaki diangkat dan posisi kaki satunya dalam keadaan lurus. Posisi ini di lakukan apabila posisi kepala bayi belum tepat di jalan lahir.

Manfaat yang diperoleh adalah bayi mendapat pasokan oksigen melalui plasenta lancar, karena peredaran darah bunda juga lancar saat posisi miring. Dengan posisi miring Bunda juga lebih bisa menghemat energi.

Kekurangan dari posisi ini adalah menyulitkan dokter dalam melakukan pemeriksaan perkembangan proses kelahiran.

4. Posisi jongkok (squatting)

Peran ayah sangat dibutuhkan dalam posisi ini, karena posisi ini membutuhkan sandaran yang kuat di belakang bunda. Cara lain adalah duduk di atas bangku kecil ( bahasa jawa: dingklik). Selain itu dibutuhkan bantalan atau kursi khusus yang berguna untuk menahan kepala serta tubuh bayi saat keluar.

Posisi ini di percaya sebagai cara alami dalam proses kelahiran secara normal. Selain mendapat  bantuan gaya gravitasi bumi, bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.

5. Posisi berlutut

Sama seperti posisi jongkok, posisi melahirkan dengan berlutut memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempermudah proses kelahiran. Selain itu Bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.

 

6. Posisi merangkak

Posisi merangkak sangat membantu meringankan rasa sakit di punggung. Selain itu posisi ini akan mempercepat penurunan kepala bayi ke dalam panggul.

 

7. Posisi Berdiri tegak

Dikatakan posisi berdiri tegak bukan berarti Bunda pasif. Bunda bisa bersandar ke belakang atau ke depan. Walaupun pada nanti kenyataannya saat melahirkan posisinya bisa menjadi berubah.

Posisi berdiri tegak membuat Bunda lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian saat mengalami  kontraksi. Selain itu gerakan-gerakan bisa membantu posisi bayi mendekati jalan lahir.

 

 

Tidak ada komentar: