PENGOBATAN
Ingat!! Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Periksakan segera ke dokter atau klinik IMS, jika mengalami gejala
sifilis! Sifilis dapat disembuhkan jika diobati dengan benar.
Jangan minum antibiotik tanpa resep dokter! Hanya dokter yang tahu jenis
dan dosis antibiotik untuk infeksi kita. Banyak antibiotik yang biasa digunakan
sudah tidak ampuh lagi. Meminum antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan
penyakit menjadi kebal terhadap antibiotik.
Jangan berhubungan seks sama sekali, sampai dokter menyatakan kita
benar-benar sembuh! Jika tidak, kita dapat menulari atau bahkan tertular
kembali dari pasangan seks kita.
Jika terpaksa berhubungan seks, selalu gunakan kondom untuk seks anal
atau oral penis, dan lembaran karet tipis (dental
dam) untuk oral anus!
Pasangan seks yang berhubungan seks tanpa kondom dan lembaran karet
tipis (dental dam), sangat mungkin
tertular sifilis. Dia juga harus diperiksa dan dirawat seperti penderita
sifilis.
Setelah pengobatan sifilis selesai, lakukan pemeriksaan darah untuk
memastikan telah benar-benar sembuh!
Jangan"Lupa!
Hanya gunakan pelicin berbahan
dasar air!
Meskipun gelap atau terburu-buru,
jangan lupa untuk selalu memeriksa apakah semuanya OK. Kondom dapat merosot
sehingga terlepas dari penis.
Selalu periksa
dengan melihatnya secara langsung dan perbaiki posisinya.


SIFILIS

![]()
Disusun Oleh
:
AMILA
FARDHANI
17340039p
PROGRAM STUDI
DIV KEBIDANAN
FAKULTAS
KEDOKTERAN
UNIVERSITAS
MALAHAYATI
BANDAR
LAMPUNG
TAHUN 2018
Raja Singa (Sifilis)
Sifilis atau yang dikenal juga dengan Raja
Singa, adalah IMS (infeksi menular seksual) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Sifilis (raja singa) adalah salah satu jenis yang paling banyak menulari
kalangan waria. Menular dari pasangan yang sudah terinfeksi, melalui hubungan
seks (tanpa pelindung):
anal, atau
oral penis, atau
oral anus, atau
persentuhan alat kelamin, atau
persentuhan kulit dengan bagian yang
terinfeksi, dan
kadang-kadang melalui ciuman.
Gejala-gejala Sifilis
Pada tahap awal, seringkali tanpa gejala. Jika ada, setelah 1-4 minggu
terinfeksi, gejalanya adalah adanya luka (ada luka yang sakit, ada yang tidak):
pada penis, atau
pada anus, atau
pada mulut (bibir, langit-langit mulut, lidah
atau gusi), atau
kadang-kadang pada tangan atau jari.
Biasanya luka sembuh dengan sendirinya setelah 2-6 minggu, tetapi
bakterinya tetap ada dalam tubuh. Saat itu, sesungguhnya bakteri sifilis sedang
menggerogoti pembuluh darah.
Infeksi sifilis pada tahap awal ini sangat mudah menular ke orang lain,
terutama melalui kontak kulit pada daerah di sekitar luka atau bekas lukanya.

Sifilis
pada penis Sifilis pada anus
Pada tahap lanjut (setelah
2-4 bulan terinfeksi), gejala-gejala berikut ini akan timbul selama beberapa
minggu:
munculnya bercak-bercak kecil merah (sangat
menular) pada kulit badan, terutama di telapak tangan dan telapak kaki.
Seringkali bercak-bercak ini sulit terlihat, atau
adanya kerontokan rambut, atau
demam, atau
adanya pembengkakan pada penis, atau
rasa lelah yang menyeluruh.
Hati-hati! Kita yang tertular sifilis, dapat tertular lagi dengan
sifilis atau IMS lainnya dan HIV.
PENCEGAHAN
1.
Jangan berhubungan seks dengan sembarang orang,
dan kurangi jumlah pasangan seks!
2.
Jangan berhubungan seks dengan pasangan yang
menampakkan gejala sifilis!
3.
Jika terpaksa, selalu gunakan kondom dan pelicin
untuk seks anal!
4.
Selalu gunakan kondom setiap kali melakukan oral
penis!
Untuk oral penis, tidak perlu pelicin tambahan.
5.
Gunakan lembaran karet pelindung (dental dam) ketika mengoral anus! Atau,
gunakan plastik tipis pembungkus makanan (wrapping
plastic) maupun kondom yang digunting menjadi lembaran!
6.
Ada atau tidak ada gejala, lakukan pemeriksaan
IMS sebulan sekali ke klinik IMS dan ditambah pemeriksaan sifilis setiap 3
bulan sekali!
7.
Lakukan segera pemeriksaan ke klinik IMS!:
setelah berhubungan dengan pasangan seks yang
baru,
jika mengalami gejala sifilis (luka di sekitar
penis, anus, mulut, atau tangan, dsb.),
jika pasangan seks kita menderita atau
memiliki gejala sifilis (raja singa).
Dianal
atau menganal,
dioral atau mengoral penis, dioral atau mengoral anus, risikonya sama
besar untuk tertular sifilis dan HIV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar