MAKALAH PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK
KEBIDANAN

OLEH
KELOMPOK 1:
1.
Kanita Nabila Putri (2115301061)
2.
Nadia Dwi Putri (2115301066)
3.
Sukma Febrianti (2115301081)
TINGKAT
1 REGULER 2
JURUSAN
STR KEBIDANAN
POLITEKNIK
KESEHATAN TANJUNG KARANG
TAHUN
AJARAN 2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pemeriksaan
diagnostik adalah penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan
komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan actual maupun
potensial. Perkembangan Ultrasonografi (USG) sudah dimulai sejak kira-kira
tahun 1960, dirintis oleh Profesor Ian Donald. Sejak itu, sejalan dengan
kemajuan teknologi bidang komputer, maka perkembangan ultrasonografi juga maju
dengan sangat pesat, sehingga saat ini sudah dihasilkan USG 3 Dimensi dan Live
3D (ada yang menyebut sebagai USG 4D).
Teknologi
rontgen sudah digunakan lebih dari satu abad yang lalu. Tepatnya sejak 8
November 1890 ketika fisikawan terkemuka berkebangsaan Jerman, Conrad Roentgen,
menemukan sinar yang tidak dikenalinya, yang kemudian diberi label sinar X.
Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan
untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh. Berkat jasanya bagi dunia kedokteran,
banyak nyawa bisa diselamatkan, hingga ia mendapat penghargaan Nobel di tahun
1901.
Pada
prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu dipindahkan ke format film agar
bisa dilihat hasilnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini foto rontgen
juga sudah bisa diproses secara digital tanpa film. Sementara hasilnya bisa
disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke berbagai belahan dunia
menggunakan teknologi e-mail.
B.
Tujuan
Tujuan dari
pembuatan makalah ini untuk mengetahui dan memahami pengertian tujuan dan macam
macam pemeriksaan diagnostik.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.
Pengertian Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan
diagnostik adalah penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan
komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan aktual maupun
potensial. Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu
diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa. Karena itu
perlu diketahui faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Terdapat
faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu :
1) Pra
instrumentasi
Pada
tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas, pasien dan
dokter. Hal ini karena tanpa kerja sama yang baik akan mengganggu/mempengaruhi
hasil pemeriksaan laboratorium. Yang termasuk dalam tahapan pra instrumentasi
meliputi :
a. Pemahaman
instruksi dan pengisian formulir
b. Persiapan
penderita
c. Cara
pengambilan sampel
d. Penanganan
awal sampel dan transportasi
2) Interpretasi
data
a. Menentukan
aspek positif klien
b. Menentukan
masalah klien
c. Menentukan
masalah klien &ang pernah dialami
d. Menentukan
keputusan
e. Masalah
yang akan muncul
f. Masalah
kalaborati
3) Validasi
data
Tenaga
kesehatan memvalidasi data yang telah diperoleh agar akurat dan dilakukan
bersama klien, keluarga dan masyarakat. validasi dilakukan dengan mengerjakan
pertanyaan dan pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang
kejelasan interpretasi data.
B. Tujuan
Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan diagnostik
yang dilakukan umumnya dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1.
Memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyebab serta
perkembangan penyakit
2.
Untuk kepentingan penempatan klien sehingga sesuai dengan penyakitnya
3.
untuk mendeteksi penyakit
4.
untuk memperkuat kondisi sebenarnya
5.
untuk menyingkirkan dugaan adanya penyakit
C. Macam-Macam Pemeriksaan Diagnostik
1)
Ultrasonografi (USG)
merupakan suatu prosedur diagnosis yang dilakukan
di atas permukaan kulit di rongga tubuh menghasilkan suatu ultrasound di dalam
jaringan. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur jaringan tubuh untuk
mendeteksi berbagai kelainan pada abdomen, otak, jantung dan ginjal. Perkembangan
Ultrasonografi (USG) sudah dimulai sejak kira-kira tahun 1960, dirintis oleh
Profesor Ian Donald. Sejak itu, sejalan dengan kemajuan teknologi bidang
komputer, maka perkembangan ultrasonografi juga maju dengan sangat pesat,
sehingga saat ini sudah dihasilkan USG 3 Dimensi dan Live 3D (ada yang menyebut
sebagai USG 4D). Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
·
Pervaginam
·
Perabdominan
2)
Rontgen
Rontgen atau dikenal dengan sinar x merupakan
pemeriksaan yang memanfaatkan peran sinar x untuk melakukan skrining dan
mendeteksi kelainan pada berbagai organ diantaranya jantung, abdomen, ginjal,
ureter, kandung kemih, tenggorokan dan rangka.
Teknologi rontgen sudah digunakan lebih dari satu
abad yang lalu. Tepatnya sejak 8 November 1890 ketika fisikawan terkemuka
berkebangsaan Jerman, Conrad Roentgen, menemukan sinar yang tidak dikenalinya,
yang kemudian diberi label sinar X. Sinar ini mampu menembus bagian tubuh
manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh.
Berkat jasanya bagi dunia kedokteran, banyak nyawa bisa diselamatkan, hingga ia
mendapat penghargaan Nobel di tahun 1901.
Pada prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu
dipindahkan ke format film agar bisa dilihat hasilnya. Seiring dengan kemajuan
teknologi, kini foto rontgen juga sudah bisa diproses secara digital tanpa
film. Sementara hasilnya bisa disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke
berbagai belahan dunia menggunakan teknologi e-mail.
3)
Pap Smear (Papanicolaou Smear)
Pap smear merupakan pemeriksaan sitologi yang
digunakan untuk mendeteksia danya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji
efek pemberian hormon seks serta mengkaji respons terhadap kemoterapi dan
radiasi.
4)
Mamografi
Merupakan pemeriksaan dengan bantuan sinar x yang
dilakukan pada bagian payudara untuk mendeteksi adanya kista/tumor dan menilai
payudara secara periodik.
5)
Laparaskopi
Laparaskopi adalah Pemeriksaan yang digunakan untuk
melihat rongga peritonium, dengan alat optik melalui bedah invasif minimal.
Contoh: memperbaiki posisi uterus, pengangkatan uterus, mioma, kista.
6)
Amnioskopi
Amnioskopi adalah untuk mendeteksi Kegawatan janin
pada kehamilan akhir atau awal persalinan sebelum pecahnya ketuban.
7)
CTG
CTG dalam arti khusus adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengukur DJJ pada saat kontraksi maupun tidak sedangkan dalam
arti umum CTG merupakan suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di
dalam rahim, dengan merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan
gerakan janin atau kontraksi rahim.
Jadi bila doppler hanya menghasilkan DJJ maka pada
CTG kontraksi ibu juga terekam dan kemudian dilihat perubahan DJJ pada saat
kontraksi dan diluar kontraksi. Bila terdapat perlambatan maka itu menandakan
adanya gawat janin akibat fungsi plasenta yang sudah tidak baik. Cara
pengukuran CTG hampir sama dengan doppler hanya pada CTG yang ditempelkan 2
alat yang satu untuk mendeteksi DJJ yang satu untuk mendeteksi kontraksi, alat
ini ditempelkan selama kurang lebih 10-15 menit.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemeriksaan
diagnostik adalah penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan
komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan aktual maupun
potensial. Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu
diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa.
Macam
macam pemeriksaan diagnostic yaitu
1. Pemeriksaan
klinis yang menggunakan alat bantu diagnostik untuk membantu menegakkan
diagnostik penyakit pasien. Contoh: Rontgen, USG, Papsmear, Mammografi, CTG,
Laparskopi, Amnioskopi.
2. Pemeriksaan
diagnostik yang dapat menggunakan spesimen sebagai bahan untuk
diamati/diperiksa Contoh: Darah, Urine, Feses, Sekret/Sputum, Cairan Pervaginam.
B. Saran
Pada
kesempatan ini penulis dapat menyampaikan saran yaitu sebagai mahasiswa
diharapkan dapat mengerti dan lebih memahami materi tentang pemeriksaan
diagnostik dan sebaiknya mahasiswa lebih banyak mencari referensi pelengkap
sehingga menjadi lebih paham akan materi tesrsebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Nursalam. 2008. Proses
dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik. Jakarta:Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar