Selasa, 13 Desember 2022

MAKALAH PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK KEBIDANAN

 

MAKALAH PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK KEBIDANAN

 

Description: logo-poltekkes-tanjung-karang.png.crdownload

 

OLEH KELOMPOK 1:

1. Kanita Nabila Putri (2115301061)

2. Nadia Dwi Putri  (2115301066)

3. Sukma Febrianti  (2115301081)

 

 

TINGKAT 1 REGULER 2

JURUSAN STR KEBIDANAN

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG

TAHUN AJARAN 2022/2023

BAB I       
PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

 

Pemeriksaan diagnostik adalah penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan actual maupun potensial. Perkembangan Ultrasonografi (USG) sudah dimulai sejak kira-kira tahun 1960, dirintis oleh Profesor Ian Donald. Sejak itu, sejalan dengan kemajuan teknologi bidang komputer, maka perkembangan ultrasonografi juga maju dengan sangat pesat, sehingga saat ini sudah dihasilkan USG 3 Dimensi dan Live 3D (ada yang menyebut sebagai USG 4D).

Teknologi rontgen sudah digunakan lebih dari satu abad yang lalu. Tepatnya sejak 8 November 1890 ketika fisikawan terkemuka berkebangsaan Jerman, Conrad Roentgen, menemukan sinar yang tidak dikenalinya, yang kemudian diberi label sinar X. Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh. Berkat jasanya bagi dunia kedokteran, banyak nyawa bisa diselamatkan, hingga ia mendapat penghargaan Nobel di tahun 1901.

Pada prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu dipindahkan ke format film agar bisa dilihat hasilnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini foto rontgen juga sudah bisa diproses secara digital tanpa film. Sementara hasilnya bisa disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke berbagai belahan dunia menggunakan teknologi e-mail.

B.       Tujuan

 

Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk mengetahui dan memahami pengertian tujuan dan macam macam pemeriksaan diagnostik.


 

BAB II    
TINJAUAN TEORI

 

A.    Pengertian Pemeriksaan Diagnostik

 

Pemeriksaan diagnostik adalah penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan aktual maupun potensial. Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa. Karena itu perlu diketahui faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Terdapat faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu :

1)      Pra instrumentasi

Pada tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas, pasien dan dokter. Hal ini karena tanpa kerja sama yang baik akan mengganggu/mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Yang termasuk dalam tahapan pra instrumentasi meliputi :

a.       Pemahaman instruksi dan pengisian formulir

b.      Persiapan penderita

c.       Cara pengambilan sampel

d.      Penanganan awal sampel dan transportasi

 

2)      Interpretasi data

a.       Menentukan aspek positif klien

b.      Menentukan masalah klien

c.       Menentukan masalah klien &ang pernah dialami

d.      Menentukan keputusan

e.       Masalah yang akan muncul

f.       Masalah kalaborati

 

 

3)      Validasi data

Tenaga kesehatan memvalidasi data yang telah diperoleh agar akurat dan dilakukan bersama klien, keluarga dan masyarakat. validasi dilakukan dengan mengerjakan pertanyaan dan pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data.

B.     Tujuan Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan umumnya dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

1.      Memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyebab serta perkembangan penyakit

2.      Untuk kepentingan penempatan klien sehingga sesuai dengan penyakitnya

3.      untuk mendeteksi penyakit

4.      untuk memperkuat kondisi sebenarnya 

5.      untuk menyingkirkan dugaan adanya penyakit

 

C.    Macam-Macam Pemeriksaan Diagnostik

 

1)      Ultrasonografi (USG)

merupakan suatu prosedur diagnosis yang dilakukan di atas permukaan kulit di rongga tubuh menghasilkan suatu ultrasound di dalam jaringan. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur jaringan tubuh untuk mendeteksi berbagai kelainan pada abdomen, otak, jantung dan ginjal. Perkembangan Ultrasonografi (USG) sudah dimulai sejak kira-kira tahun 1960, dirintis oleh Profesor Ian Donald. Sejak itu, sejalan dengan kemajuan teknologi bidang komputer, maka perkembangan ultrasonografi juga maju dengan sangat pesat, sehingga saat ini sudah dihasilkan USG 3 Dimensi dan Live 3D (ada yang menyebut sebagai USG 4D). Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

·         Pervaginam

·         Perabdominan

2)      Rontgen

Rontgen atau dikenal dengan sinar x merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan peran sinar x untuk melakukan skrining dan mendeteksi kelainan pada berbagai organ diantaranya jantung, abdomen, ginjal, ureter, kandung kemih, tenggorokan dan rangka.

 

Teknologi rontgen sudah digunakan lebih dari satu abad yang lalu. Tepatnya sejak 8 November 1890 ketika fisikawan terkemuka berkebangsaan Jerman, Conrad Roentgen, menemukan sinar yang tidak dikenalinya, yang kemudian diberi label sinar X. Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh. Berkat jasanya bagi dunia kedokteran, banyak nyawa bisa diselamatkan, hingga ia mendapat penghargaan Nobel di tahun 1901.

 

Pada prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu dipindahkan ke format film agar bisa dilihat hasilnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini foto rontgen juga sudah bisa diproses secara digital tanpa film. Sementara hasilnya bisa disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke berbagai belahan dunia menggunakan teknologi e-mail.

 

3)      Pap Smear (Papanicolaou Smear)

Pap smear merupakan pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksia danya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji efek pemberian hormon seks serta mengkaji respons terhadap kemoterapi dan radiasi.

 

4)      Mamografi

Merupakan pemeriksaan dengan bantuan sinar x yang dilakukan pada bagian payudara untuk mendeteksi adanya kista/tumor dan menilai payudara secara periodik.

 

 

5)      Laparaskopi

Laparaskopi adalah Pemeriksaan yang digunakan untuk melihat rongga peritonium, dengan alat optik melalui bedah invasif minimal. Contoh: memperbaiki posisi uterus, pengangkatan uterus, mioma, kista.

 

6)      Amnioskopi

Amnioskopi adalah untuk mendeteksi Kegawatan janin pada kehamilan akhir atau awal persalinan sebelum pecahnya ketuban.

 

7)      CTG

CTG dalam arti khusus adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur DJJ pada saat kontraksi maupun tidak sedangkan dalam arti umum CTG merupakan suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim, dengan merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan gerakan janin atau kontraksi rahim.

 

Jadi bila doppler hanya menghasilkan DJJ maka pada CTG kontraksi ibu juga terekam dan kemudian dilihat perubahan DJJ pada saat kontraksi dan diluar kontraksi. Bila terdapat perlambatan maka itu menandakan adanya gawat janin akibat fungsi plasenta yang sudah tidak baik. Cara pengukuran CTG hampir sama dengan doppler hanya pada CTG yang ditempelkan 2 alat yang satu untuk mendeteksi DJJ yang satu untuk mendeteksi kontraksi, alat ini ditempelkan selama kurang lebih 10-15 menit.


 

BAB III          
PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Pemeriksaan diagnostik adalah penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan aktual maupun potensial. Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa.

Macam macam pemeriksaan diagnostic yaitu

1.      Pemeriksaan klinis yang menggunakan alat bantu diagnostik untuk membantu menegakkan diagnostik penyakit pasien. Contoh: Rontgen, USG, Papsmear, Mammografi, CTG, Laparskopi, Amnioskopi.

2.      Pemeriksaan diagnostik yang dapat menggunakan spesimen sebagai bahan untuk diamati/diperiksa Contoh: Darah, Urine, Feses, Sekret/Sputum, Cairan Pervaginam.

 

B.     Saran

Pada kesempatan ini penulis dapat menyampaikan saran yaitu sebagai mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan lebih memahami materi tentang pemeriksaan diagnostik dan sebaiknya mahasiswa lebih banyak mencari referensi pelengkap sehingga menjadi lebih paham akan materi tesrsebut.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nursalam. 2008. Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik. Jakarta:Salemba Medika

 

 

 

 

Tidak ada komentar: