MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN
“KONSEP DASAR ASUHAN
KEHAMILAN”
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Ika Fitria Elmeida,
S.ST., M.Keb

Disusun Oleh :
Kelompok 6
PROGRAM STUDI
SARJANA TERAPAN KEBIDANAN TANJUNG KARANG
POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG
2021/2022
![]()
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut
nama allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang, puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan
hinayah nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Askeb
Kehamilan dengan judul “Konsep Dasar Asuhan Kehamilan” tepat pada waktunya.
Penyusunan
makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuin berbagai pihak,
sehingga dapat memperlacar dalam penyusunan nya. Untuk itu tidak lupa kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan
aspek lainnya.
Oleh karena itu,
dengan lapang dada kami menerima segala masukan dan saran dari pihak yang
pembaca untuk perbaikan makalah ini kedepannya. Akhirnya penyusun sangat
mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan
besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca. Akhir kata kami ucapkan
terimakasih.
Bandar Lampung, 15 Januari 2022
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
2.2 RUANG LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN
2.4 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN
2.5 STANDAR KUNJUNGAN IBU HAMIL
2.6 PENAPISAN / DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN
2.7 MENENTUKAN IBU HAMIL DENGAN FAKTOR RESIKO ( SKOR POEDJI
ROCHJATI DAN KARTU SOEDARTO)
2.8 PERSIAPAN PERSALINAN DENGAN P4K
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pemahaman tentang konsep dasar asuhan kehamilan sangat
diperlukan oleh bidan sebagaidasar
pengetahuan bidan untuk mengikuti pembelajaran yang selanjutnya. Konsep dasar
asuhankehamilan ini memeberikan
gambaran kepada mahasiswa tentang asuhan menyeluruh yang akanditerapkan
dalam praktik kebidanan terutama asuhan kehamilan.
Materi konsep dasar asuhan
kehamilan ini digunakan agar mahasiswa mengetahui dasar-dasar proses
kehamilan sampai pada asuhan yang diperlu berikan. Adapun isi dari bab konsepdasar asuhan
kehamilan ini adalah sebagai berikut : kehamilan, filosofi asuhan kehamilan,prinsip pokok
asuhan kehamilan, sejarah asuhan kehamilan, tujuan asuhan kehamilan, refocusingasuhan kehamilan, standar asuhan kehamilan, dan
Trend an isu terkini dalam ANC Sebelumnyamahasiswa sudah mendapatkan pengetahuan dari mata kuliah konsep
kebidanan yang sekilastelah membahas materi yang akan di bahas pada
materi konsep dasar asuhan kehamilan ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah
tujuan asuhan kehamilan?
2. Bagaimana
ruang lingkup asuhan kehamilan?
3. Bagaimana
standar asuhan kehamilan ?
4. Bagaimana
peran dan tanggung jawab dalam asuhan kehamilan?
5. Bagaimana
standar kunjungan ibu hamil?
6. Bagaimana
penapisan/ deteksi dini komplikasi kehamilan?
7. Bagaimana
menentukan bumil dengan factor resiko?
8. Bagaimana
persiapan persalinan dengan P4K?
1.3 TUJUAN
1. Untuk
mengetahui tujuan asuhan kehamilan
2. Untuk
mengetahui ruang lingkup asuhan kehamilan
3. Untuk
mengetahui standar asuhan kehamilan
4. Untuk
mengetahui peran dan tanggung jawab dalam asuhan kehamilan
5. Untuk
mengetahui standar kunjungan ibu hamil?
6. Untuk
mengetahui penapisan/ deteksi dini komplikasi kehamilan
7. Untuk
mengetahui bumil dengan factor resiko
8. Untuk
mengetahui persiapan persalinan dengan P4K
BAB II
PEMBAHASAN
a. Memantau
kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi
b. Meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi
c. Mengenali
secara dini adanya ketidaknormalan/komplikasi yang mungkin terjadi selama
hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan
d. Mempersiapkan
persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayi dengan trauma
seminimal mungkin
e. Mempersiapkan
ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Ekslusif
f. Peran
ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara
normal.
Masa
kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (280 hari/ 40 mg) atau 9
bulan 7 hari.
Periode
dalam kehamilan terbagi dalam 3 triwulan/trimester :
1. Trimester I awal kehamilan sampai 14 mg
2. Trimester II kehamilan 14 mg – 28 mg
3.
Trimester III kehamilan 28 mg – 36 mg/ 40 mg
2.2 RUANG LINGKUP
ASUHAN KEHAMILAN
Dalam
memberikan asuhan kepada ibu hamil, bidan harus memberikan pelayanan secara
komfrehensif/ menyeluruh.
Adapun
lingkup asuhan kebidanan pada ibu hamil meliputi :
1. Mengumpulkan
data dan riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisa tiap
kunjungan/pemeriksaan ibu hamil
2. Melaksanakan
pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap
3. Melakukan
pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus uter (TFU)/posisi/presentasi dan
penurunan janin
4. Melakukan
penilaian pelvic dan struktur panggul
5. Menilai
keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut jantung janin dengan fetoskope
dan gerakan janin dengan palpasi
6. Menghitung
usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL)
7. Mengkaji
status nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin
8. Mengkaji
berat badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi
9. Memberikan
penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana menghubungi bidan
10. Melakukan
penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan, hyperemesis gravidarum tingkat
I, abortus iminenns, dan preeklamsi ringan
11. Memberi
imunisasi
12. Menjelaskan
dan mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan dalam kehamilan
Standar
asuhan kebidanan adalah acuan proses pengambilan keputusan dan tindakan yang
dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya
berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, perumusan diagnosa dan atau masalah
kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pencatatan asuhan
kebidanan.
1.
Standar 1 :
·
Pengkajian
Pernyataan
standar : Bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat, relevan, dan lengkap
dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien.
Kriteria
Pengkajian :
a. Data
tepat, akurat, dang lengkap
b. Terdiri
dari data subjektif (hasil anamnese; biodata, keluhan utama, riwayat obstetric,
riwayat kesehatan dan latar belakang sosial budaya).
c. Data
objektif (hasil pemeriksaan fisik, psikologi, dan pemeriksaan penunjang).
2.
Standar 2 :
·
Perumusan Diagnosa dan
atau Masalah Kebidanan
Pernyataan standar :
Bidan menganalisa data yang diperoleh pada
pengkajian, menginterprestasikan secara akurat dan logis untuk menegakkan
diagnose dan masalah kebidanan yang tepat.
·
Kriteria perumusan
diagnosa dan atau masalah kebidanan:
a. Diagnosa
sesuai dengan nomenklatur kebidanan
b. Masalah
dirumuskan sesuai dengan kondisi klien
c. Dapat
diselesaikan dengan asuhan kebidanan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan.
3.
Standar 3 :
·
Perencanaan
Pernyataan
standar :
Bidan
merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa dan masalah yang ditegakkan.
·
Kriteria perencanaan :
a. Rencana
tindakan disusun berdasarkan prioritas masalah dan kondisi klien, tindakan
segera, tindakan antisipasi dan asuhan secara komprehensif.
b. Melibatkan
klien/pasien dan atau keluarga
c. Mempertimbangkan
kondisi psikologis sosial budaya klien/ keluarga
d. Memilih
tindakan yang aman sesuai kondisi dan kebutuhan klien berdasarkan evidence
based dan memastikan bahwa asuhan yang diberikan bermanfaat untuk klien
e. Mempertimbangkan
kebijakan dan peraturan yang berlaku, sumber daya serta fasilitas yang ada.
4.
Standar 4 :
·
Implementasi
Pernyataan
standar :
Bidan
melaksanakan rencana asuhan kebidanan secara komprehensif, efektif, efisien dan
aman berdasarkan evidence based kepada klien/pasien, dalam bentuk upaya
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dilaksanakan secara mandiri,
kolaborasi dan rujukan.
·
Kriteria evaluasi:
a. Memperhatikan
keunikan klien sebagai makhluk bio-psiko-sosialspiritualkultural
b. Setiap
tindakan asuhan harus mendapatkan persetujuan dari klien atau keluarganya
(informed consent)
c. Melaksanakan
tindakan asuhan berdasarkan evidence based
d. Melibatkan
klien atau pasien dalam setiap tindakan
e. Menjaga
privasi klien/pasien
f. Melaksanakan
prinsip pencegahan infeksi
g. Mengikuti
perkembangan kondisi klien secara berkesinambungan
h. Menggunakan
sumber daya, sarana dan fasilitas yang ada dan sesuai
i.
Melakukan tindakan
sesuai standar
j.
Mencatat semua tindakan
yang telah dilakukan
5.
Standar 5 :
·
Evaluasi
Pernyataan
standar:
Bidan
melakukan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan untuk melihat
keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan
·
Kriteria hasil :
a. Penilaian
dilakukan segera setelah melaksanakan asuhan sesuai kondisi klien
b. Hasil
evaluasi segera dicatat dan dikomunikasikan kepada keluarga
c. Evaluasi
dilakukan sesuai dengan standar
d. Hasil
evaluasi ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi klien/ pasien
6.
Standar 6 :
·
Pencatatan Asuhan
Kebidanan
Pernyataan
standar:
Bidan
melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat, dan jelas mengenai
keadaan/ kejadian yang ditemukan
·
Kriteria pencatatan
asuhan kebidanan:
a. Pencatatan
dilakukan segera setelah melaksanakan asuhan pada formulir yang tersedia rekam
medis/ KMS (Kartu Menuju Sehat/ KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)/status pasien)
b. Ditulis
dalam bentuk catatan pengembangan SOAP
c. S
adalah data subjektif, mencatat hasil anamnesa
d. O
adalah data objektif, mancatat hasil pemeriksaan
e. A
adalah hasil analisa, mencatat diagnosa dan masalah kebidanan
f. P
adalah penatalaksanaan, mencatat seluruh perencanaan dan pelaksanan yang sudah
dilakukan
2.4 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN
DALAM ASUHAN KEHAMILAN
1.
Peran :
a. Pelaksanaan
Memberikan asuhan atau pelayanan bidan memounyai tugas utama yaitu : mandiri,
kolaborasi, dan rujukan.
Ada
7 langkah utama :
-
Mengkaji
-
Menentukan diagnose
-
Menyusun rencana
tindakan
-
Melaksanakan tindakan
-
Evaluasi
-
Tindak lanjut
-
Dokumentasi
b. Pengelola
Menyusun rencana kerja, mengelola kegiatan pelayanan ibu hamil, berpartisipasi
dalam kegiatan program pelayanan kehamilan
c. Pendidik
Melakukan penyuluhan, mendidik siswa bidan/calon bidan.
d. Peneliti
Melakukan penelitian kebidanan
2.
Tanggung jawab :
a. Bidan
wajib memberikan pelayanan asuhan kehamilan sesuai standar profesi dengan
meghormati hak-hak pasien
b. Wajib
merujuk, memberi kesempatan pasien ibadah, menjaga rahasia memberi informasi,
inform content, dokumentasi, dan kerjasama pihak lain.
2.5 STANDAR KUNJUNGAN
IBU HAMIL
1.
Standar 3
: Identifikasi ibu hamil
Melakukan kunjungan
rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk penyuluhan dan
motivasi untuk pemeriksaan dini dan teratur.
2.
Standar 4
: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal care sedikitnya 4 kali pelayanan
kehamilan :
·
Satu kali pada TM I
(usia kehamilan 0-13 minggu)
·
Satu kali pada TM II
(usia kehamilan 14-27 minggu)
·
Dua kalipada TM III
(usia kehamilan 28-40 minggu)
Pemeriksaan
meliputi : Anamnesis dan pemantauan ibu dan janin, mengenal kehamilan resiko
tinggi, imunisasi, nasihat dan penyuluhan, mencatat data yang tepat setiap
kunjungan, tindakan tepat untuk merujuk.
3.
Standar 5
: Palpasi abdominal
4.
Standar 6
: Pengelolaan anemia pada kehamilan
5.
Standar 7
: Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
6.
Standar 8
: Persiapan Persalinan :
Memberikan saran pada
ibu hamil, suami, dan keluarga untuk memastikan persiapan persalinan bersih dan
aman, persiapan transportasi serta biaya. Bidan sebaiknya melakukan kunjungan
rumah. Untuk memberikan asuhan /pelayanan standar minimal 7 T (Timbangan BB,
Ukur TD, ukur TFU, TT, Tablet Fe 90 tablet selama hamil, Tes PMS, Temuwicara
dalam rangka persiapan rujukan.
2.6 PENAPISAN / DETEKSI
DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN
Prinsip
deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan sangat diperlukan, walaupun
secara evidence based dikatakan menurut beberapa penelitian yang dilakukan,
bahwa semua wanita selam kurun reproduksi, terutama saat hamil selalu
diwaspadai mengalami risiko, walau kita ketahui bahwa kehamilan adalah sifatnya
fisiologis artinya semua wanita yang sehat dan telah menikah akan mengalami
proses kehamilan. Kehamilan dikatakan fisiologi dan tetap harus waspada karena
kehamilan berisiko jatuh kekeadaan yang membahayakan baik terhadap diri si ibu
maupun terhadap janin yang dikandungnya.
Deteksi dini tersebut dapat
dilakukan dengan melakukan skrining dengan melakukan antenatal care ( ANC )
secara teratur ke tempat yang memiliki kemampuan dan secara aspek legal boleh
melakukan praktek antara lain : dokter ahli kandungan, bidan desa, bidan
praktik swasta, puskesmas, dan rumah sakit
2.7 MENENTUKAN IBU HAMIL DENGAN
FAKTOR RESIKO ( SKOR POEDJI ROCHJATI DAN KARTU SOEDARTO)
Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) adalah
kartu skor yang digunakan sebagai alat skrining antenatal berbasis keluarga
untuk menemukan faktor risiko ibu hamil, yang selanjutnya mempermudah
pengenalan kondisi untuk mencegah terjadi komplikasi obstetrik pada saat
persalinan. KSPR disusun dengan format kombinasi antara checklist dari kondisi
ibu hamil / faktor risiko dengan sistem skor. Kartu skor ini dikembangkan
sebagai suatu tekologi sederhana, mudah, dapat diterima dan cepat digunakan
oleh tenaga non profesional.
·
Kelompok Faktor Risiko I (Ada Potensi Gawat Obstetrik)
1. Primi
muda : terlalu muda, hamil pertama usia 16 tahun atau kurang
2. Primi
Tua : terlalu tua, hamil usia ≥ 35 tahun
3. Primi
Tua Sekunder : jarak anak terkecil >10 tahun
4. Anak
terkecil < 2 tahun : terlalu cepat memiliki anak lagi
5. Grande
multi : terlalu banyak memiliki anak, anak ≥ 4
6. Umur
ibu ≥ 35 tahun : terlalu tua
7. Tinggi
badan ≤ 145 cm : terlalu pendek, belum pernah melahirkan normal dengan bayi
cukup bulan dan hidup, curiga panggul sempit
8. Pernah
gagal kehamilan
9. Persalinan
yang lalu dengan tindakan
10. Bekas
operasi sesar
·
Kelompok Faktor Risiko II
1. Penyakit
ibu : anemia, malaria, TBC paru, payah jantung, dan penyakit lain.
2. Preeklampsia
ringan
3. Hamil
kembar
4. Hidramnion
: air ketuban terlalu banyak
5. IUFD
(Intra Uterine Fetal Death) : bayi mati dalam kandungan
6. Hamil
serotinus : hamil lebih bulan (≥ 42 minggu belum melahirkan)
7. Letak
sungsang
8. Letak
lintang
·
Kelompok Faktor Risiko III
1. Perdarahan
Antepartum : dapat berupa solusio plasenta, plasenta previa, atau vasa previa
2.
Preeklampsia
berat/eklampsia
2.8 PERSIAPAN
PERSALINAN DENGAN P4K
P4K yaitu Pemeriksaan kehamilan yang
dilakukan oleh bidan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil,
suami dan keluarga tentang Kehamilan berisiko; Bahaya kehamilan; Ajakan pada
ibu, suami dan keluarga untuk merencanakan persalinan.
Tujuan P4K antara lain Suami, keluarga
dan masyarakat paham tentang bahaya persalinan; Adanya rencana persalinan yang
aman; Adanya rencana kontrasepsi yang akan di pakai; Adanya dukungan
masyarakat, Toma, kader, dukung untuk ikut KB pasca persalinan; Adanya dukungan
sukarela dalam persiapan biaya, transportasi, donor darah; Memantapkan
kerjasama antara bidan, dukun bayi dan kader. Penyebab utama kematian ibu saat
ini ialah Perdarahan, Eklamsia dan Infeksi.
Seharusnya seorang ibu hamil memeriksakan
diri secara rutin sebulan sekali selama kehamilan. Dengan memeriksakan diri
secara rutin akan diketahui kesehatan kehamilannya.
Selama kehamilan, ibu hamil harus mendapatkan
pelayanan minimal sebagai berikut :
1. Pengukuran
tekanan darah.
2. Pengukuran
tinggi dan Penimbangan berat badan.
3. Pengukuran
tinggi fundus uteri.
4. Imunisasi
TT.
5. Test
HB dan Tablet Fe.
Perencanaan
persalinan Seorang ibu hamil dan keluarganya, seyogyanya mempunyai perencanaan
persalinan sebagai berikut : Akan melakukan persalinan dimana? Siapa yang akan
mengantar untuk mendapatkan pertolongan persalinan? Menggunaan kendaraan apa
dan milik siapa untuk mengantar ? Siapa yang akan menjadi pendonor darah
apabila terjadi kekurangan cairan darah ?Untuk itu, seorang ibu hamil harus
tahu apa golongan darahnya.
Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan
pelayanan (continuity of care). Sangat
penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang
sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka
perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga
mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si
pemberi asuhan . 3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta
keluarga (family centered).
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan
makalah ini penulis jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya
paper ini. Akhirnya semoga paper ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR
PUSTAKA
Adjie,
Seno. 2004. Efektifitas Asuhan Antenatal. Jakarta: Buletin Perinasia. Hanifa,
Prawirohardjo. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC. 11
Sulistyawati,
Ari. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medica.
Varney.
Varney midwifery. Jakarta;1997.
Pusdiknakes;WHO;JHPIEGO.
Buku asuhan antenatal. 2001
Saifudin,
abdul bari dkk. Panduan praktis pelayanan maternal dan neonatal. Jakarta;2002.
Departemen
Kesehatan RI,. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga, Jakarta;
1992.
Dewi,Vivian
Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta :
Salemba Medika
Asrinah, dkk.2010. Asuhan Kebidanan Masa
Kehamilan. Yogyakarta: Graha Ilmu MIMS Bidan. Edisi pertama. 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar