Selasa, 13 Desember 2022

 

MAKALAH

ASUHAN KEBIDANAN

 

“KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN”

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Ika Fitria Elmeida, S.ST., M.Keb

 

 

 

Disusun Oleh :

Kelompok 6


 

 

 

 

PROGRAM STUDI

SARJANA TERAPAN KEBIDANAN TANJUNG KARANG

POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG

2021/2022


KATA PENGANTAR

 

 


Dengan menyebut nama allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan hinayah nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Askeb Kehamilan dengan judul “Konsep Dasar Asuhan Kehamilan” tepat pada waktunya.

Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuin berbagai pihak, sehingga dapat memperlacar dalam penyusunan nya. Untuk itu tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya.

Oleh karena itu, dengan lapang dada kami menerima segala masukan dan saran dari pihak yang pembaca untuk perbaikan makalah ini kedepannya. Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.

 

 

Bandar Lampung, 15 Januari 2022

 

 

 

Penulis

 


 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

 

BAB 1 PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG.. 1

B. RUMUSAN MASALAH.. 1

C.TUJUAN.. 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN.. 3

2.2 RUANG LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN.. 3

2.3 STANDAR ASUHAN KEHAMILAN.. 4

2.4 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN  KEHAMILAN    7

2.5 STANDAR KUNJUNGAN IBU HAMIL.. 8

2.6 PENAPISAN / DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN.. 9

2.7 MENENTUKAN IBU HAMIL DENGAN FAKTOR RESIKO ( SKOR POEDJI ROCHJATI DAN KARTU SOEDARTO). 9

2.8 PERSIAPAN PERSALINAN DENGAN P4K.. 10

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN.. 12

B. SARAN.. 12

DAFTAR ISI

 

 

 


 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1 LATAR BELAKANG

            Pemahaman tentang konsep dasar asuhan kehamilan sangat diperlukan oleh bidan sebagaidasar pengetahuan bidan untuk mengikuti pembelajaran yang selanjutnya. Konsep dasar asuhankehamilan ini memeberikan gambaran kepada mahasiswa tentang asuhan menyeluruh yang akanditerapkan dalam praktik kebidanan terutama asuhan kehamilan.

            Materi konsep dasar asuhan kehamilan ini digunakan agar mahasiswa mengetahui dasar-dasar proses kehamilan sampai pada asuhan yang diperlu berikan. Adapun isi dari bab konsepdasar asuhan kehamilan ini adalah sebagai berikut : kehamilan, filosofi asuhan kehamilan,prinsip pokok asuhan kehamilan, sejarah asuhan kehamilan, tujuan asuhan kehamilan, refocusingasuhan kehamilan, standar asuhan kehamilan, dan Trend an isu terkini dalam ANC Sebelumnyamahasiswa sudah mendapatkan pengetahuan dari mata kuliah konsep kebidanan yang sekilastelah membahas materi yang akan di bahas pada materi konsep dasar asuhan kehamilan ini.

 

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.      Apakah tujuan asuhan kehamilan?

2.      Bagaimana ruang lingkup asuhan kehamilan?

3.      Bagaimana standar asuhan kehamilan ?

4.      Bagaimana peran dan tanggung jawab dalam asuhan kehamilan?

5.      Bagaimana standar kunjungan ibu hamil?

6.      Bagaimana penapisan/ deteksi dini komplikasi kehamilan?

7.      Bagaimana menentukan bumil dengan factor resiko?

8.      Bagaimana persiapan persalinan dengan P4K?

 

 

 

 

1.3 TUJUAN

1.      Untuk mengetahui tujuan asuhan kehamilan

2.      Untuk mengetahui ruang lingkup asuhan kehamilan

3.      Untuk mengetahui standar asuhan kehamilan

4.      Untuk mengetahui peran dan tanggung jawab dalam asuhan kehamilan

5.      Untuk mengetahui standar kunjungan ibu hamil?

6.      Untuk mengetahui penapisan/ deteksi dini komplikasi kehamilan

7.      Untuk mengetahui bumil dengan factor resiko

8.      Untuk mengetahui persiapan persalinan dengan P4K

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1 TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN

a.       Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi

b.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi

c.       Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan/komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan

d.      Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayi dengan trauma seminimal mungkin

e.       Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Ekslusif

f.       Peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

 

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (280 hari/ 40 mg) atau 9 bulan 7 hari.

Periode dalam kehamilan terbagi dalam 3 triwulan/trimester :

 1. Trimester I awal kehamilan sampai 14 mg

 2. Trimester II kehamilan 14 mg – 28 mg

3. Trimester III kehamilan 28 mg – 36 mg/ 40 mg

 

2.2 RUANG LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN

Dalam memberikan asuhan kepada ibu hamil, bidan harus memberikan pelayanan secara komfrehensif/ menyeluruh.

Adapun lingkup asuhan kebidanan pada ibu hamil meliputi :

1.      Mengumpulkan data dan riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisa tiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil

2.      Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap

3.      Melakukan pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus uter (TFU)/posisi/presentasi dan penurunan janin

4.      Melakukan penilaian pelvic dan struktur panggul

5.      Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut jantung janin dengan fetoskope dan gerakan janin dengan palpasi

6.      Menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL)

7.      Mengkaji status nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin

8.      Mengkaji berat badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi

9.      Memberikan penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana menghubungi bidan

10.  Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan, hyperemesis gravidarum tingkat I, abortus iminenns, dan preeklamsi ringan

11.  Memberi imunisasi

12.  Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan dalam kehamilan

 

2.3 STANDAR ASUHAN KEHAMILAN

Standar asuhan kebidanan adalah acuan proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pencatatan asuhan kebidanan.

1. Standar 1 :

·         Pengkajian

Pernyataan standar : Bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat, relevan, dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien.

Kriteria Pengkajian :

a.       Data tepat, akurat, dang lengkap

b.      Terdiri dari data subjektif (hasil anamnese; biodata, keluhan utama, riwayat obstetric, riwayat kesehatan dan latar belakang sosial budaya).

c.       Data objektif (hasil pemeriksaan fisik, psikologi, dan pemeriksaan penunjang).

2. Standar 2 :

·         Perumusan Diagnosa dan atau Masalah Kebidanan

 Pernyataan standar :

 Bidan menganalisa data yang diperoleh pada pengkajian, menginterprestasikan secara akurat dan logis untuk menegakkan diagnose dan masalah kebidanan yang tepat.

·         Kriteria perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan:

a.       Diagnosa sesuai dengan nomenklatur kebidanan

b.      Masalah dirumuskan sesuai dengan kondisi klien

c.       Dapat diselesaikan dengan asuhan kebidanan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan.

3. Standar 3 :

·         Perencanaan

Pernyataan standar :

Bidan merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa dan masalah yang ditegakkan.

·         Kriteria perencanaan :

a.       Rencana tindakan disusun berdasarkan prioritas masalah dan kondisi klien, tindakan segera, tindakan antisipasi dan asuhan secara komprehensif.

b.      Melibatkan klien/pasien dan atau keluarga

c.       Mempertimbangkan kondisi psikologis sosial budaya klien/ keluarga

d.      Memilih tindakan yang aman sesuai kondisi dan kebutuhan klien berdasarkan evidence based dan memastikan bahwa asuhan yang diberikan bermanfaat untuk klien

e.       Mempertimbangkan kebijakan dan peraturan yang berlaku, sumber daya serta fasilitas yang ada.

 

 

4. Standar 4 :

·         Implementasi

Pernyataan standar :

Bidan melaksanakan rencana asuhan kebidanan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan evidence based kepada klien/pasien, dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dilaksanakan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan.

·         Kriteria evaluasi:

a.       Memperhatikan keunikan klien sebagai makhluk bio-psiko-sosialspiritualkultural

b.      Setiap tindakan asuhan harus mendapatkan persetujuan dari klien atau keluarganya (informed consent)

c.       Melaksanakan tindakan asuhan berdasarkan evidence based

d.      Melibatkan klien atau pasien dalam setiap tindakan

e.       Menjaga privasi klien/pasien

f.       Melaksanakan prinsip pencegahan infeksi

g.      Mengikuti perkembangan kondisi klien secara berkesinambungan

h.      Menggunakan sumber daya, sarana dan fasilitas yang ada dan sesuai

i.        Melakukan tindakan sesuai standar

j.        Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan

5. Standar 5 :

·         Evaluasi

Pernyataan standar:

Bidan melakukan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan untuk melihat keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan

·         Kriteria hasil :

a.       Penilaian dilakukan segera setelah melaksanakan asuhan sesuai kondisi klien

b.      Hasil evaluasi segera dicatat dan dikomunikasikan kepada keluarga

c.       Evaluasi dilakukan sesuai dengan standar

d.      Hasil evaluasi ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi klien/ pasien

6. Standar 6 :

·         Pencatatan Asuhan Kebidanan

Pernyataan standar:

Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat, dan jelas mengenai keadaan/ kejadian yang ditemukan

·         Kriteria pencatatan asuhan kebidanan:

a.       Pencatatan dilakukan segera setelah melaksanakan asuhan pada formulir yang tersedia rekam medis/ KMS (Kartu Menuju Sehat/ KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)/status pasien)

b.      Ditulis dalam bentuk catatan pengembangan SOAP

c.       S adalah data subjektif, mencatat hasil anamnesa

d.      O adalah data objektif, mancatat hasil pemeriksaan

e.       A adalah hasil analisa, mencatat diagnosa dan masalah kebidanan

f.       P adalah penatalaksanaan, mencatat seluruh perencanaan dan pelaksanan yang sudah dilakukan

 

 

2.4 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN

1. Peran :

a.       Pelaksanaan Memberikan asuhan atau pelayanan bidan memounyai tugas utama yaitu : mandiri, kolaborasi, dan rujukan.

Ada 7 langkah utama :

-          Mengkaji

-          Menentukan diagnose

-          Menyusun rencana tindakan

-          Melaksanakan tindakan

-          Evaluasi

-          Tindak lanjut

-          Dokumentasi

b.      Pengelola Menyusun rencana kerja, mengelola kegiatan pelayanan ibu hamil, berpartisipasi dalam kegiatan program pelayanan kehamilan

c.       Pendidik Melakukan penyuluhan, mendidik siswa bidan/calon bidan.

d.      Peneliti Melakukan penelitian kebidanan

         2. Tanggung jawab :

a.       Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kehamilan sesuai standar profesi dengan meghormati hak-hak pasien

b.      Wajib merujuk, memberi kesempatan pasien ibadah, menjaga rahasia memberi informasi, inform content, dokumentasi, dan kerjasama pihak lain.

 

2.5 STANDAR KUNJUNGAN IBU HAMIL

1.      Standar 3 : Identifikasi ibu hamil

Melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk penyuluhan dan motivasi untuk pemeriksaan dini dan teratur.

2.      Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan antenatal care sedikitnya 4 kali pelayanan kehamilan :

·         Satu kali pada TM I (usia kehamilan 0-13 minggu)

·         Satu kali pada TM II (usia kehamilan 14-27 minggu)

·         Dua kalipada TM III (usia kehamilan 28-40 minggu)

Pemeriksaan meliputi : Anamnesis dan pemantauan ibu dan janin, mengenal kehamilan resiko tinggi, imunisasi, nasihat dan penyuluhan, mencatat data yang tepat setiap kunjungan, tindakan tepat untuk merujuk.

3.      Standar 5 : Palpasi abdominal

4.      Standar 6 : Pengelolaan anemia pada kehamilan

5.      Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan

6.      Standar 8 : Persiapan Persalinan :

Memberikan saran pada ibu hamil, suami, dan keluarga untuk memastikan persiapan persalinan bersih dan aman, persiapan transportasi serta biaya. Bidan sebaiknya melakukan kunjungan rumah. Untuk memberikan asuhan /pelayanan standar minimal 7 T (Timbangan BB, Ukur TD, ukur TFU, TT, Tablet Fe 90 tablet selama hamil, Tes PMS, Temuwicara dalam rangka persiapan rujukan.

2.6 PENAPISAN / DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN

          Prinsip deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan sangat diperlukan, walaupun secara evidence based dikatakan menurut beberapa penelitian yang dilakukan, bahwa semua wanita selam kurun reproduksi, terutama saat hamil selalu diwaspadai mengalami risiko, walau kita ketahui bahwa kehamilan adalah sifatnya fisiologis artinya semua wanita yang sehat dan telah menikah akan mengalami proses kehamilan. Kehamilan dikatakan fisiologi dan tetap harus waspada karena kehamilan berisiko jatuh kekeadaan yang membahayakan baik terhadap diri si ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya.

           Deteksi dini tersebut dapat dilakukan dengan melakukan skrining dengan melakukan antenatal care ( ANC ) secara teratur ke tempat yang memiliki kemampuan dan secara aspek legal boleh melakukan praktek antara lain : dokter ahli kandungan, bidan desa, bidan praktik swasta, puskesmas, dan rumah sakit

 

2.7 MENENTUKAN IBU HAMIL DENGAN FAKTOR RESIKO ( SKOR POEDJI ROCHJATI DAN KARTU SOEDARTO)

       Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) adalah kartu skor yang digunakan sebagai alat skrining antenatal berbasis keluarga untuk menemukan faktor risiko ibu hamil, yang selanjutnya mempermudah pengenalan kondisi untuk mencegah terjadi komplikasi obstetrik pada saat persalinan. KSPR disusun dengan format kombinasi antara checklist dari kondisi ibu hamil / faktor risiko dengan sistem skor. Kartu skor ini dikembangkan sebagai suatu tekologi sederhana, mudah, dapat diterima dan cepat digunakan oleh tenaga non profesional.

· Kelompok Faktor Risiko I (Ada Potensi Gawat Obstetrik)

1.      Primi muda : terlalu muda, hamil pertama usia 16 tahun atau kurang

2.      Primi Tua : terlalu tua, hamil usia ≥ 35 tahun

3.      Primi Tua Sekunder : jarak anak terkecil >10 tahun

4.      Anak terkecil < 2 tahun : terlalu cepat memiliki anak lagi

5.      Grande multi : terlalu banyak memiliki anak, anak ≥ 4

6.      Umur ibu ≥ 35 tahun : terlalu tua

7.      Tinggi badan ≤ 145 cm : terlalu pendek, belum pernah melahirkan normal dengan bayi cukup bulan dan hidup, curiga panggul sempit

8.      Pernah gagal kehamilan

9.      Persalinan yang lalu dengan tindakan

10.  Bekas operasi sesar

 

· Kelompok Faktor Risiko II

1.      Penyakit ibu : anemia, malaria, TBC paru, payah jantung, dan penyakit lain.

2.      Preeklampsia ringan

3.      Hamil kembar

4.      Hidramnion : air ketuban terlalu banyak

5.      IUFD (Intra Uterine Fetal Death) : bayi mati dalam kandungan

6.      Hamil serotinus : hamil lebih bulan (≥ 42 minggu belum melahirkan)

7.      Letak sungsang

8.      Letak lintang

 

 · Kelompok Faktor Risiko III

1.      Perdarahan Antepartum : dapat berupa solusio plasenta, plasenta previa, atau vasa previa

2.      Preeklampsia berat/eklampsia

 

2.8 PERSIAPAN PERSALINAN DENGAN P4K

      P4K yaitu Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh bidan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan keluarga tentang Kehamilan berisiko; Bahaya kehamilan; Ajakan pada ibu, suami dan keluarga untuk merencanakan persalinan.

      Tujuan P4K antara lain Suami, keluarga dan masyarakat paham tentang bahaya persalinan; Adanya rencana persalinan yang aman; Adanya rencana kontrasepsi yang akan di pakai; Adanya dukungan masyarakat, Toma, kader, dukung untuk ikut KB pasca persalinan; Adanya dukungan sukarela dalam persiapan biaya, transportasi, donor darah; Memantapkan kerjasama antara bidan, dukun bayi dan kader. Penyebab utama kematian ibu saat ini ialah Perdarahan, Eklamsia dan Infeksi.

      Seharusnya seorang ibu hamil memeriksakan diri secara rutin sebulan sekali selama kehamilan. Dengan memeriksakan diri secara rutin akan diketahui kesehatan kehamilannya.

Selama kehamilan, ibu hamil harus mendapatkan pelayanan minimal sebagai berikut :

1.      Pengukuran tekanan darah.

2.      Pengukuran tinggi dan Penimbangan berat badan.

3.      Pengukuran tinggi fundus uteri.

4.      Imunisasi TT.

5.      Test HB dan Tablet Fe.

     Perencanaan persalinan Seorang ibu hamil dan keluarganya, seyogyanya mempunyai perencanaan persalinan sebagai berikut : Akan melakukan persalinan dimana? Siapa yang akan mengantar untuk mendapatkan pertolongan persalinan? Menggunaan kendaraan apa dan milik siapa untuk mengantar ? Siapa yang akan menjadi pendonor darah apabila terjadi kekurangan cairan darah ?Untuk itu, seorang ibu hamil harus tahu apa golongan darahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A. KESIMPULAN

Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care). Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan . 3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered).

 

B. SARAN

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini penulis jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya paper ini. Akhirnya semoga paper ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Adjie, Seno. 2004. Efektifitas Asuhan Antenatal. Jakarta: Buletin Perinasia. Hanifa, Prawirohardjo. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC. 11

 

Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medica.

 

Varney. Varney midwifery. Jakarta;1997.

 

Pusdiknakes;WHO;JHPIEGO. Buku asuhan antenatal. 2001

 

Saifudin, abdul bari dkk. Panduan praktis pelayanan maternal dan neonatal. Jakarta;2002.

 

Departemen Kesehatan RI,. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga, Jakarta; 1992.

 

Dewi,Vivian Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

 

 Asrinah, dkk.2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta: Graha Ilmu MIMS Bidan. Edisi pertama. 2010

 

 

 

 

Tidak ada komentar: