Selasa, 13 Desember 2022

MAKALAH OBAT INTRACUTAN DAN OBAT SUBCUTA

 

OBAT INTRACUTAN DAN OBAT SUBCUTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

M. NUGRAHA ICHSAN NURRASYID   2114301070

MEGA POPY DIANA PUTRI                   2114301071

MELI SISKA SARI                                                 2114301072

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POLTEKKES KEMENKES RI TANJUNGKARANG

JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG

PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

BANDAR LAMPUNG

TAHUN 2022

 


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “obat intracutan dan obat subcuta”. Terimakasih kepada dosen pembimbing matakuliah farmakologi yang telah memberikan tugas ini kepada kami dan tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikian.

Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tetapi kami dapat berhasil menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi dukungan baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.

Tentunya ada hal yag ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil makalah ini, karena itu kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Kami menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Kami berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

 

Bandar Lampung, Juli 2016

 

 

Penulis

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

KATA PENGANTAR......................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang........................................................................................ 1

C. Tujuan Penulisan .................................................................................... 1

D. Rumusan Masalah................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian............................................................................................... 2

B. Macam-Macam Jenis Teknik Pemberian Obat ....................................... 2

C. Pemberian obat intracutan....................................................................... 3

D. Pemberian obat melalui subcutan............................................................ 6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................................... 10

B. Saran...................................................................................................... 10

DAFTARPUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Salah satu tugas terpenting seorang perawat/bidan adalah member obat yang aman dan akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran yang sebenarnya.

Seorang perawat/bidan juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan.

 

B.     Tujuan Penulisan

1.      Tujuan Umum

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan.

2.      Tujuan Khusus

  • Untuk mengetahui teknik pemberian obat secara intramuscular
  • Untuk mengetahui teknik pemberian obat secara intravena
  • Untuk mengetahui teknik pemberian obat secara subcutan
  • Untuk mengetahui teknik pemberian obat secara intracutan

 

C.    Rumusan Masalah

  • Apa itu pemberian obat secara intramuscular?
  • Apa itu pemberian obat secara intravena?
  • Apa itu pemberian obat secara subcutan?
  • Apa itu pemberian obat secara intracutan?

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian

Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan, pengobatan, atau bahkn pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Dalam pelaksanaannya ,tenaga medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara lsngsung ke pasien.hal ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pasie

B.     Macam-Macam Jenis Teknik Pemberian Obat

1.      Secara Intramuscular

1.      Pengertian
Merupakan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot. Lokasi penyuntikan dapat dilakukan pada daerah paha (vastus lateralis) dengan posisi ventrogluteal (posisi berbaring), dorsogluteal (posisi tengkurap), atau lengan atas (deltoid).

2.      Tujuan

Agar obat di absorbs tubuh dengan cepat.

1.      Hal-hal yang perlu diperhatikan:

·         Tempat injeksi.

·         Jenis spuit dan jarum yang digunak

·         Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi.

·         Kondisi atau penyakit klien.

·         Obat yang tepat dan benar.

·         Dosis yang diberikan harus tepat.

·         Pasien yang tepat.

·         Cara atau rute pemberian obat harus tepat dan benar

 

 

 

 

C.    Pemberian obat intracutan

Pengertian Intrakutan

Intrakutan merupakan cara memberikan atau memasukkan obat ke dalam jaringan kulit. Intrakutan biasanya digunakan untuk mengetahui sensitivitas tubuh terhadap obat yang disuntikkan. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan Skintest atau tes terhadap reaksi alergi jenis obat yang akan digunakan. Pemberian obat melalui jaringan intrakutan ini dilakukan dibawah dermis atau epidermis, secara umum dilakukan pada daerah lengan tangan bagian ventral. Hal tersebut bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral, tidak alergi.

Letak Pemberian Intrakutan Yaitu:

1.         Dilengan atas, yaitu tiga jari dibawah sendi bahu tepat di tengah daerah muskulus deltoideus.

2.         Dilengan bawah, yaitu bagian depan lengan bawah 1/3 dan lekukan siku atau 2/3 dari pergelangan tangan pada kulit yang sehat, jauh dari peredaran darah.

Tujuan

1.         Pasien mendapatkan pengobatan sesuai program pengobatan dokter.

2.         Memperlancar proses pengobatan dan menghindari kesalahan dalam pemberian obat.

3.         Membantu menentukan diagnosa terhadap penyakit tertentu (misalnya tuberculin tes).

4.         Menghindarkan pasien dari efek alergi obat ( dengan skin test).

Prinsip

1.         Sebelum memberikan obat perawat harus mengetahui diagnosa medis pasien, indikasi pemberian obat, dan efek samping obat, dengan prinsip 10 benar yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu pemberian, benar cara pemberian, benar pemberian keterangan tentang obat pasien, benar tentang riwayat pemakaian obat oleh pasien, benar tentang riwayat alergi obat pada pasien, benar tentang reaksi pemberian beberapa obat yang berlainan bila diberikan bersama-sama, dan benar dokumentasi pemakaian obat.

2.         Untuk mantoux tes (pemberian PPD) diberikan 0,1 cc dibaca setelah 2- 3 kali 24 jam dari saat penyuntikan obat.

3.         Setelah dilakukan penyuntikan tidak dilakukan desinfektan.

4.         Perawat harus memastikan bahwa pasien mendapatkan obatnya, bila ada penolakan pada suatu jenis obat, maka perawat dapat mengkaji penyebab penolakan, dan dapat mengkolaborasikannya dengan dokter yang menangani pasien, bila pasien atau keluarga tetap menolak pengobatan setelah pemberian inform consent, maka pasien maupun keluarga yang bertanggungjawab menandatangani surat penolakan untuk pembuktian penolakan therapi.

5.         Injeksi intrakutan yang dilakukan untuk melakukan tes pada jenis antibiotik, dilakukan dengan cara melarutkan antibiotik sesuai ketentuannya, lalu mengambil 0,1 cc dalam spuit dan menambahkan aquabidest 0,9cc dalam spuit, yang disuntikkan pada pasien hanya 0,1cc.

6.         Injeksi yang dilakukan untuk melakukan test mantoux, PPD diambil 0,1 cc dalam spuit, untuk langsung disuntikan pada pasien.

Prosedur

Persiapan

a.         Menjelaskan tujuan dan prosedur pemberian obat

b.         Memberikan posisi yang nyaman pada pasien

c.         Alat dan bahan

1)   Obat-obatan yang sesuai program pengobatan dokter

2)   Daftar obat pasien

3)   Spuit 1 cc atau 0,5 cc disposible.

4)   Jarum sesuai kebutuhan, kikir ampul bila perlu.

5)   Perlak dan alas dan nierbeken

6)   Kapas alkohol atau kapas yang sudah dibasahi NaCl 0,9% dalam tempatnya

7)   Handschoen

2.         pelaksanaan

1)        Mencuci tangan

2)        Berdiri di sebelah kanan/kiri pasien sesuai kebutuhan.

3)        Cek daftar obat pasien untuk memberikan obat

4)        Membawa obat dan daftar obat ke hadapan pasien sambil mencocokkan nama pada tempat tidur dengan nama pada daftar obat.

5)        Memanggil nama pasien sesuai dengan nama pada daftar obat

6)        Jaga privasi pasien

7)        Injeksi intrakutan dilakukan dengan cara spuit diisi oleh obat sesuai dosisnya.

8)        Menentukan lokasi injeksi yaitu 1/3 atas lengan bawah bagian dalam.

9)        Membersihkan lokasi tusukan dengan kapas normal saline atau kapas alcohol bila diperlukan, kulit diregangkan tunggu sampai kering.

10)    Lubang jarum menghadap keatas dan membuat sudut antara 5-150 dari permukaan kulit

11)    Memasukan obat perlahan-lahan sampai berbentuk gelembung kecil, dosis yang diberikan 0,1 cc atau sesuai jenis obat.

12)    Setelah penyuntikan area penyuntikan tidak boleh didesinfeksi.

13)    Bila injeksi intrakutan dilakukan untuk test antibiotik, lakukan penandaan pada area penyutikan dengan melingkari area penyuntikan dengan diameter kira kira 1inchi atau diameter 2,5 cm. Penilaian reaksi dilakukan 15 menit setelah penyuntikan. Nilai positif jika terdapat tanda tanda rubor, dolor, kalor melebihi daerah yang sudah ditandai, artinya pasien alergi dengan antibiotik tersebut.

14)    Bila injeksi ditujukan untuk mantoux test tuberkulin test, dapat dinilai hasilnya dalam 2 sampai 3 kali 24 jam, positif bila terdapat rubor dolor kalor melebihi diameter 1 cm pada area penyuntikan.

15)    Beri penjelasan pada pasien atau keluarga untuk tentang penilaian pada daerah penyuntikan dan anjurkan untuk tidak menggaruk, memasage atau memberi apapun pada daerah penyutikan. Menyimpan obat obat sisa dan daftar obat pasien ketempatnya

 

16)    Mengobservasi keadaan umum pasien

17)    melepaskan handschoen, mencuci tangan.

18)    Membuat pendokumentasian mencakup:

            Tindakan dan respon pasien

            Nama jelas perawat yang melakukan tindakan, waktu penyuntikan dan waktu penilaian, dan lokasi penyuntikan

 

D.    Pemberian obat melalui subcutan

Konsep Injeksi Subkutan

a.    Definisi

Pemeberian obat Subkutan adalah tindakan pemberian obat kedalam tubuh dengan cara memasukkan obat kedalam jaringan di bawah kulit dengan menggunakan supit. Metode penyintikan melalui rute ini biasanya dilakukan untuk memberi insulin dan imunisasi. Ada beberapa area tubuh yang dapat digunakan untuk memberi obat dengan metode ini, antata lain lengan atas bagian dalam, paha bagian depan, daerah perut, dan daerah punggung atas (Wagiran, 2015).

b.    Tujuan

a.         Mengntrol kadar gula darah.

b.         Memasukkan sejumlah toksin atau obat untuk di absorbs.

c.    Lokasi Injeksi

a.         Lengan atas bagian luar.

b.        Paha anterior.

c.         Daerah abdomen.

d.        Area scapula pada punggung atas.

e.         Daerah ventrogluteal dan dorsogluteal bagian atas.

d. Indikasi Pemberian Obat

Indikasi: bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral, tidak alergi.

Lokasinya yang ideal adalah lengan bawah dalam dan punggung bagian atas(Sigalingging, 2013).

Kontra indikasi: luka, berbulu, alergi, infeksi kulit.

a)         Alat dan Bahan Baki berisi:

1.        Bak injeksi steril.

2.        Obat yang diperlukan.

3.        Kapas alkohol.

4.        Spuit sesuai ukuran penggunaan.

5.        Buku daftar obat.

6.        Piala ginjal.

7.        Sarung tangan.

8.        Pengalas.

b)        Persiapan Pasien

Jelaskan kepada pasien mengenai tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. Menurut (Sigalingging, 2013) Prosedur kerja :

1.        Periksa kembali order obat : nama pasien, nama dan dosis obat, rute pemberian dan waktu pemberian.

2.        Siapkan obat

3.        Letakkan peralatan dan obat kedekat pasien

4.        Cuci tangan

5.        Posisikan pasien senyaman mungkin

6.        Letakkan pengalas dan piala ginjal dekat dengan area yang diinjeksi

7.        Pasang sarung tangan

8.        Buka obat dengan cara :

a.         Flakon/vial : buka tutup metal, lakukan desinfeksi tutup karet dengan kapas alkohol apabila persediaan dalam flakol masih berupa bubuk, larutkan dengan aquabidest sebanyak yang tercantum pada petunjuk penggunaan obat

b.         Ampuls : ketuk obat yang ada diujung ampuls, patahkan leher ampuls dengan tangan menggunakan kain kasa

9.        Isi spuit dengan obat sesuai dosis yang ditentukan

Isap udara sebanyak cairan yang diperlukan tusuk jarum dengan posisi bevel tegak. suntikan udara kedalam flakon. Balik flakon, dengan tangan kiri memegang flakon dengan ibu jari dan jari tengah sedangkan tangan kanan memegang ujung barrel dan plugger. Jaga ujung jarum dibawah cairan. Biarkan tekanan udara membantu mengisi obat kedalam spuit.

Setelah selsai tarik jarum dari ampuls.

a)       Buang udara dalam spuit kemudian tutup masukkan kedalam bak injeksi.

b)       Pilih area penusukan kemudian lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol

c)       Lakukan penyuntikan dengan lubang jarum menghapad keatas membentuk sudut 450 apabila menggunakan spuit 3 cc dan sudut 90 derajat, apabila menggunakan spuit 1cc terhadap permukaan kulit.

d)      Lakukan aspirasi

e)       Masukkan obat secara perlahan

f)        Tarik spuit dan tahan dengan kapas alkohol

g)       Letakkan spuit dan kapas ke dalam piala ginjal

h)       Rapikan pasien dan perhatikan reaksi pasien

i)         Cuci tangan

j)         Dokumentasikan tindakan.

c)        Jenis obat yang diberikan secara subkutan

a.         Vaksin

b.         Obat – obatan pre oprasi

c.         Narkotik

d.        Insulin

e.         Heparin

e.         Kelebihan dan Kekurangan Injeksi Subkutan

Menurut (Abdullah, 2014) kekurangan dan kelebihan injeksi subkutan antara lain :

1.        Kelebihan

a)      Diperlukan latihan sederhana

b)      Absorpsi obat capat larut dalam air

c)      Mencegah keruskan sekitar salran cerna

2.        Kekurangan

a)      Rasa sakit dan kerusakan kulit

b)      Tidak dapat dipakai jika volume obat besar

c)      Bioavibilitas berfariasi, sesuai lokasi

d)     Harus menggunakan tekhnik steril

e)      Lebih mahal diandingkan oral

f)       Lebih lambat dibandingkan pemberian IM

g)      Dapat menyebabkan ansietas (kecemasan yang berlebihan dan lebih bersifat subyektif)

f.         .Hal yang Harus Diperhatikan

a)      Pastikan syarat dan indikasi s

b)      untikan pada pasien sudah terpenuhi sebelum melakukan penyuntikan subkutan.

c)      Jagalah kesterilan alat dan bahan yang digunakan.

d)     Lakukan pencegahan infeksi pada pasien melalui tindakan desinfeksi.

e)      Lakukan tindakan penyuntikan dalam ruangan yang sesuai dengan standar.

f)       Perhatikan prinsip penyuntikan subkutan.

g)      Pastikan privacy pasien benar benar terjaga

h)      Lakukan tekhnik pembuangan sampah/ limbah bekas pakai sesuai prosedur

 

 

,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Obat dapat diberikan dengan berbagai cara disesuaikan dengan kondisi pasien, diantaranya : sub kutan, intra kutan, intra muscular, dan intra vena. Dalam pemberian obat ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu indikasi dan kontra indikasi pemberian obat. Sebab ada jenis-jensi obat tertentu yang tidak bereaksi jika diberikan dengan cara yang salah.

 

B.     Saran

Setiap obat merupakan racun yang yang dapat memberikan efek samping yang tidak baik jika kita salah menggunakannya. Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerugian bahkan akibatnya bisa fatal. Oleh karena itu, kita sebagai perawat kiranya harus melaksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan masalah-masalah yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Priharjo, Robert. 1995. Tekhnik Dasar Pemberian Obat Bagi Perawat, Jakarta: EGC

 

Hidayat, AAA. Uliyah, Musriful. 2005. Buku Saku Pratikum: Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:EGC

 

Potter, Patricia A. 2005. Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik Edisi 1. Jakarta: EGC

 

Hidayat, AAA, Uliyah, Musriful. 2008. Konsep Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan Edisi 2. Jakarta:Salemba Medika

 

 

Tidak ada komentar: