OBAT
INTRACUTAN DAN OBAT SUBCUTA

M. NUGRAHA ICHSAN
NURRASYID 2114301070
MEGA POPY DIANA
PUTRI 2114301071
MELI SISKA SARI 2114301072
POLTEKKES KEMENKES RI TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
TANJUNGKARANG
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2022
![]()
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia nya
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “obat intracutan dan
obat subcuta”. Terimakasih
kepada dosen pembimbing matakuliah farmakologi yang telah memberikan tugas ini kepada kami dan tidak lupa
kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikian.
Meskipun
banyak hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tetapi kami dapat
berhasil menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi dukungan
baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Tentunya
ada hal yag ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil makalah ini, karena
itu kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi
kita bersama. Kami menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh
dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Kami berharap semoga karya
tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Bandar Lampung, Juli 2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR......................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang........................................................................................ 1
C. Tujuan
Penulisan .................................................................................... 1
D. Rumusan
Masalah................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian............................................................................................... 2
B. Macam-Macam Jenis Teknik
Pemberian Obat ....................................... 2
C. Pemberian obat intracutan....................................................................... 3
D. Pemberian obat melalui
subcutan............................................................ 6
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 10
B. Saran...................................................................................................... 10
DAFTARPUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah
satu tugas terpenting seorang perawat/bidan adalah member obat yang aman dan
akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien
yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang
bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat
dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek
yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran
yang sebenarnya.
Seorang
perawat/bidan juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek
samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan
tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan
benar dan berdasarkan pengetahuan.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan.
2. Tujuan
Khusus
- Untuk
mengetahui teknik pemberian obat secara intramuscular
- Untuk
mengetahui teknik pemberian obat secara intravena
- Untuk
mengetahui teknik pemberian obat secara subcutan
- Untuk
mengetahui teknik pemberian obat secara intracutan
C. Rumusan Masalah
- Apa
itu pemberian obat secara intramuscular?
- Apa
itu pemberian obat secara intravena?
- Apa
itu pemberian obat secara subcutan?
- Apa
itu pemberian obat secara intracutan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada
manusia atau binatang sebagai perawatan, pengobatan, atau bahkn pencegahan terhadap
berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Dalam pelaksanaannya ,tenaga
medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara lsngsung
ke pasien.hal ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pasie
B.
Macam-Macam
Jenis Teknik Pemberian Obat
1.
Secara Intramuscular
1.
Pengertian
Merupakan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot. Lokasi penyuntikan dapat
dilakukan pada daerah paha (vastus lateralis) dengan posisi ventrogluteal
(posisi berbaring), dorsogluteal (posisi tengkurap), atau lengan atas
(deltoid).
2.
Tujuan
Agar obat di absorbs tubuh dengan cepat.
1.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
·
Tempat injeksi.
·
Jenis spuit dan jarum yang digunak
·
Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi.
·
Kondisi atau penyakit klien.
·
Obat yang tepat dan benar.
·
Dosis yang diberikan harus tepat.
·
Pasien yang tepat.
·
Cara atau rute pemberian obat harus tepat dan
benar
C.
Pemberian obat intracutan
Pengertian Intrakutan
Intrakutan merupakan cara
memberikan atau memasukkan obat ke dalam
jaringan kulit. Intrakutan biasanya digunakan untuk mengetahui sensitivitas tubuh terhadap obat yang
disuntikkan. Hal tersebut bertujuan untuk
melakukan Skintest atau tes terhadap reaksi alergi jenis obat yang akan digunakan. Pemberian obat melalui jaringan intrakutan
ini dilakukan dibawah dermis atau epidermis, secara umum
dilakukan pada daerah lengan tangan
bagian ventral. Hal tersebut bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau bekerja sama karena tidak
memungkinkan untuk diberikan obat
secara oral, tidak alergi.
Letak Pemberian Intrakutan Yaitu:
1.
Dilengan
atas, yaitu tiga jari dibawah sendi bahu tepat di tengah daerah muskulus deltoideus.
2.
Dilengan
bawah, yaitu bagian depan lengan bawah 1/3 dan lekukan siku atau 2/3 dari pergelangan tangan pada
kulit yang sehat, jauh dari peredaran darah.
Tujuan
1.
Pasien
mendapatkan pengobatan sesuai program
pengobatan dokter.
2.
Memperlancar
proses pengobatan dan menghindari kesalahan
dalam pemberian obat.
3.
Membantu
menentukan diagnosa terhadap penyakit tertentu
(misalnya tuberculin tes).
4.
Menghindarkan pasien
dari efek alergi
obat ( dengan skin test).
Prinsip
1.
Sebelum
memberikan obat perawat harus mengetahui diagnosa medis pasien, indikasi pemberian obat, dan efek samping obat,
dengan prinsip 10 benar yaitu benar
pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu
pemberian, benar cara pemberian, benar pemberian keterangan tentang obat pasien, benar tentang riwayat
pemakaian obat oleh pasien, benar
tentang riwayat alergi obat pada pasien, benar
tentang reaksi pemberian
beberapa obat yang berlainan bila diberikan bersama-sama, dan benar dokumentasi pemakaian
obat.
2.
Untuk
mantoux tes (pemberian PPD) diberikan 0,1 cc dibaca setelah 2- 3 kali 24 jam dari saat penyuntikan obat.
3.
Setelah dilakukan penyuntikan tidak dilakukan desinfektan.
4.
Perawat
harus memastikan bahwa pasien mendapatkan obatnya, bila ada penolakan pada suatu jenis obat, maka perawat dapat mengkaji penyebab
penolakan, dan dapat mengkolaborasikannya dengan
dokter yang menangani pasien, bila
pasien atau keluarga tetap menolak pengobatan
setelah pemberian inform consent, maka pasien maupun keluarga yang bertanggungjawab menandatangani surat
penolakan untuk pembuktian penolakan therapi.
5.
Injeksi
intrakutan yang dilakukan untuk melakukan tes pada jenis antibiotik, dilakukan dengan cara melarutkan antibiotik sesuai
ketentuannya, lalu mengambil
0,1 cc dalam spuit dan menambahkan aquabidest
0,9cc dalam spuit, yang disuntikkan pada pasien hanya 0,1cc.
6.
Injeksi
yang dilakukan untuk melakukan test mantoux, PPD diambil 0,1 cc dalam spuit, untuk langsung disuntikan
pada pasien.
Prosedur
Persiapan
a.
Menjelaskan tujuan
dan prosedur pemberian
obat
b.
Memberikan posisi
yang nyaman pada pasien
c.
Alat dan bahan
1) Obat-obatan
yang sesuai program
pengobatan dokter
2) Daftar obat pasien
3) Spuit 1 cc atau 0,5 cc
disposible.
4) Jarum sesuai kebutuhan, kikir ampul bila perlu.
5) Perlak dan alas dan
nierbeken
6) Kapas alkohol atau kapas yang sudah dibasahi
NaCl 0,9% dalam tempatnya
7) Handschoen
2.
pelaksanaan
1)
Mencuci tangan
2)
Berdiri di sebelah kanan/kiri pasien sesuai kebutuhan.
3)
Cek daftar
obat pasien untuk memberikan obat
4)
Membawa
obat dan daftar obat ke hadapan pasien sambil
mencocokkan nama pada tempat
tidur dengan nama pada daftar
obat.
5)
Memanggil nama pasien sesuai
dengan nama pada daftar obat
6)
Jaga privasi
pasien
7)
Injeksi
intrakutan dilakukan dengan cara spuit diisi oleh obat sesuai dosisnya.
8)
Menentukan
lokasi injeksi yaitu 1/3 atas lengan bawah bagian dalam.
9)
Membersihkan lokasi tusukan dengan kapas normal saline
atau kapas alcohol bila diperlukan, kulit diregangkan tunggu
sampai kering.
10)
Lubang
jarum menghadap keatas dan membuat sudut antara 5-150 dari permukaan kulit
11)
Memasukan
obat perlahan-lahan sampai berbentuk gelembung
kecil, dosis yang diberikan 0,1 cc atau sesuai jenis obat.
12)
Setelah penyuntikan area penyuntikan tidak boleh didesinfeksi.
13)
Bila injeksi
intrakutan dilakukan untuk test antibiotik, lakukan penandaan pada area penyutikan dengan melingkari area penyuntikan dengan diameter kira kira 1inchi atau diameter 2,5 cm. Penilaian reaksi dilakukan 15 menit setelah penyuntikan. Nilai positif
jika terdapat tanda tanda rubor,
dolor, kalor melebihi daerah yang sudah ditandai, artinya pasien alergi dengan
antibiotik tersebut.
14)
Bila
injeksi ditujukan untuk mantoux test tuberkulin test, dapat dinilai hasilnya dalam 2 sampai 3 kali 24 jam, positif bila terdapat rubor dolor kalor
melebihi diameter 1 cm pada area penyuntikan.
15)
Beri
penjelasan pada pasien atau keluarga untuk tentang penilaian pada daerah penyuntikan dan anjurkan
untuk tidak menggaruk, memasage atau
memberi apapun pada daerah penyutikan. Menyimpan obat obat sisa dan daftar obat pasien ketempatnya
16)
Mengobservasi keadaan
umum pasien
17)
melepaskan handschoen, mencuci tangan.
18)
Membuat pendokumentasian mencakup:
•
Tindakan dan respon pasien
•
Nama
jelas perawat yang melakukan tindakan, waktu
penyuntikan dan waktu penilaian,
dan lokasi penyuntikan
D.
Pemberian obat melalui subcutan
Konsep Injeksi Subkutan
a.
Definisi
Pemeberian
obat Subkutan adalah tindakan pemberian obat kedalam tubuh dengan cara memasukkan obat kedalam jaringan di
bawah kulit dengan menggunakan supit.
Metode penyintikan melalui rute ini biasanya dilakukan untuk memberi insulin dan imunisasi. Ada beberapa area
tubuh yang dapat digunakan untuk memberi
obat dengan metode ini, antata lain lengan atas bagian dalam, paha bagian depan, daerah perut, dan daerah punggung atas (Wagiran, 2015).
b.
Tujuan
a.
Mengntrol kadar gula darah.
b.
Memasukkan sejumlah
toksin atau obat untuk di absorbs.
c.
Lokasi Injeksi
a.
Lengan atas bagian luar.
b.
Paha anterior.
c.
Daerah abdomen.
d.
Area scapula pada punggung atas.
e.
Daerah ventrogluteal dan dorsogluteal bagian atas.
d. Indikasi Pemberian Obat
Indikasi:
bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau bekerja sama karena
tidak memungkinkan untuk
diberikan obat secara
oral, tidak alergi.
Lokasinya
yang ideal adalah lengan bawah dalam dan punggung bagian atas(Sigalingging, 2013).
Kontra indikasi: luka,
berbulu, alergi, infeksi
kulit.
a)
Alat
dan Bahan Baki berisi:
1.
Bak injeksi
steril.
2.
Obat yang diperlukan.
3.
Kapas alkohol.
4.
Spuit sesuai
ukuran penggunaan.
5.
Buku daftar
obat.
6.
Piala ginjal.
7.
Sarung tangan.
8.
Pengalas.
b)
Persiapan
Pasien
Jelaskan
kepada pasien mengenai tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. Menurut (Sigalingging, 2013) Prosedur kerja :
1.
Periksa
kembali order obat : nama pasien,
nama dan dosis obat, rute pemberian dan waktu pemberian.
2.
Siapkan obat
3.
Letakkan peralatan dan obat kedekat
pasien
4.
Cuci tangan
5.
Posisikan pasien
senyaman mungkin
6.
Letakkan
pengalas dan piala ginjal dekat dengan area yang diinjeksi
7.
Pasang sarung tangan
8.
Buka obat dengan cara :
a.
Flakon/vial
: buka tutup metal, lakukan desinfeksi tutup karet dengan kapas alkohol apabila persediaan dalam
flakol masih berupa bubuk, larutkan
dengan aquabidest sebanyak yang tercantum pada petunjuk penggunaan obat
b.
Ampuls
: ketuk obat yang ada diujung ampuls, patahkan leher ampuls dengan tangan menggunakan kain kasa
9.
Isi spuit
dengan obat sesuai
dosis yang ditentukan
Isap
udara sebanyak cairan yang diperlukan tusuk jarum dengan posisi bevel tegak. suntikan udara kedalam
flakon. Balik flakon, dengan tangan kiri
memegang flakon dengan ibu jari dan jari tengah sedangkan tangan kanan memegang ujung barrel dan plugger.
Jaga ujung jarum dibawah cairan. Biarkan
tekanan udara membantu
mengisi obat kedalam
spuit.
Setelah selsai tarik jarum dari ampuls.
a)
Buang udara dalam spuit kemudian tutup masukkan kedalam
bak injeksi.
b)
Pilih area penusukan kemudian
lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol
c)
Lakukan
penyuntikan dengan lubang jarum menghapad keatas membentuk sudut 450 apabila menggunakan spuit 3 cc dan sudut 90 derajat, apabila menggunakan spuit 1cc terhadap permukaan
kulit.
d)
Lakukan aspirasi
e)
Masukkan obat secara perlahan
f)
Tarik spuit
dan tahan dengan
kapas alkohol
g)
Letakkan
spuit dan kapas ke dalam piala ginjal
h)
Rapikan pasien dan perhatikan reaksi pasien
i)
Cuci tangan
j)
Dokumentasikan tindakan.
c)
Jenis obat yang diberikan
secara subkutan
a.
Vaksin
b.
Obat – obatan
pre oprasi
c.
Narkotik
d.
Insulin
e.
Heparin
e.
Kelebihan dan Kekurangan Injeksi
Subkutan
Menurut (Abdullah, 2014) kekurangan dan kelebihan
injeksi subkutan antara lain :
1.
Kelebihan
a)
Diperlukan latihan
sederhana
b)
Absorpsi obat capat larut
dalam air
c)
Mencegah keruskan
sekitar salran cerna
2.
Kekurangan
a)
Rasa sakit
dan kerusakan kulit
b)
Tidak dapat dipakai jika volume obat besar
c)
Bioavibilitas berfariasi, sesuai lokasi
d)
Harus menggunakan tekhnik steril
e)
Lebih mahal diandingkan oral
f)
Lebih lambat dibandingkan pemberian IM
g)
Dapat
menyebabkan ansietas (kecemasan yang berlebihan dan lebih bersifat subyektif)
f.
.Hal yang Harus Diperhatikan
a)
Pastikan syarat
dan indikasi s
b)
untikan
pada pasien sudah terpenuhi sebelum melakukan penyuntikan subkutan.
c)
Jagalah kesterilan alat dan bahan yang digunakan.
d)
Lakukan pencegahan infeksi pada pasien
melalui tindakan desinfeksi.
e)
Lakukan
tindakan penyuntikan dalam ruangan yang sesuai dengan standar.
f)
Perhatikan prinsip
penyuntikan subkutan.
g)
Pastikan privacy
pasien benar – benar terjaga
h)
Lakukan
tekhnik pembuangan sampah/ limbah bekas pakai sesuai prosedur
,
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Obat
dapat diberikan dengan berbagai cara disesuaikan dengan kondisi pasien,
diantaranya : sub kutan, intra kutan, intra muscular, dan intra vena. Dalam
pemberian obat ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu indikasi dan kontra
indikasi pemberian obat. Sebab ada jenis-jensi obat tertentu yang tidak
bereaksi jika diberikan dengan cara yang salah.
B. Saran
Setiap
obat merupakan racun yang yang dapat memberikan efek samping yang tidak baik
jika kita salah menggunakannya. Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerugian
bahkan akibatnya bisa fatal. Oleh karena itu, kita sebagai perawat kiranya
harus melaksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan
masalah-masalah yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Priharjo, Robert. 1995.
Tekhnik Dasar Pemberian Obat Bagi Perawat, Jakarta: EGC
Hidayat, AAA. Uliyah,
Musriful. 2005. Buku Saku Pratikum: Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:EGC
Potter, Patricia A. 2005.
Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik Edisi 1. Jakarta: EGC
Hidayat, AAA, Uliyah,
Musriful. 2008. Konsep Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan Edisi 2.
Jakarta:Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar